Klaten kasihinfo.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Klatyen Jawa Tengah, menargetkan setor laba sebesar Rp 5 milliar ke kas daerah. Target tersebut meningkat dibanding tahun 2024 Rp 4,2 milliar serta setor laba tahun 2026 Rp 4,6 milliar.
Direktur Utama Perusda PDAM Irawan Margono, SH., MM melalui Direktur Tehnik Sigit Setyawan ST.MSi menjelaskan peningkatan target pendapatan karena jumlah pelanggan PDAM tiap tahun terus mengalami peningkat. Hal ini karena pelayanan serta kuwalitas ketersediaan air semakin baik dan mencukupi.
” Saat ini kami sudah bisa mengambil air dari sumber mata air Cokro. Artinya debit air yang akan kita gelontorkan ke masyarakat semakin banyak. Artinya jumlah pelanggan yang akan kita layani juga akan semakin banyak dan merata. Sehingga kami yakin kedepan PDAM akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan produksinya serta pendapatannya”, ujar Sigit saat ditemui diruang kerjanya kemarin.
Beberapa variabel keyakinan meraih target pendapatan serta setor laba lebih besar dibanding tahun lalu, Sigit menjelaskan banyak faktor dan potensi yang dapat dioptimalkan.
Misalnya Jumlah pelanggan yang terus meningkat tiap tahunnya, dengan kapasitas rata rata sekitar 1000 hingga 1500 pelanggan baru pertahun. Sementara untuk tahun 2026 target pelanggan baru (pasang baru) sebanyak 1700 calon pelanggan.
Selain itu dengan telah selesainya pembangunan gedung PDAM yang baru dan telah ditempat, menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh karyawan PDAM Klaten untuk bekerja lebih giat lagi, mengoptimalkan semua potensi yang sudah ada saat ini.
Saat ini lanjut Sigit jumlah pelanggan PDAM Klaten mencapai sekitar 53.000 pelanggar tersebar di seluruh wilayah Klaten. Tahun 2026 PDAM mentargetkan sekitar 1700 pelanggan pasang/sambungan baru, dengan tarif sebesar Rp 1.500.000. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut setiap harinya kapasitas air yang dialirkan mencapai 527 liter/detik.
Sementara air yang diambil dari sumber mata air Ingas Cokoro dengan debit air yang bisa diambil sebesar 130 liter/detik, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus memperlancar suplai air di 5 wilayah kecamatan.
Lima wilayah yang mendapatkan air suplai dari aliran tersebut meliputi, kecamatan Cawas, Pedan, Karangdowo, kecamatan Bayat dan sebagian wilayah perkotaan.
Sebagai salah satu perusahaan daerah dan penghasil pendapatan asli daerah, PDAM Klaten kini terus berbenah. Target utama ialah melayani dan memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga Klaten dengan baik, dan menghilangkan istilah aliran air “ithir-ithir” di jam jam tertentu.
Dan salah satu upaya yang dilakukan ialah pemasangan instalasi pipa air serta sarana dan prasarana lainnya sepanjang 13 kilometer dari sumber mata air Ingas Cokro, dengan anggaran dana sebesar Rp 15 milliar diambilkan dari anggaran perusahaan tahun 2025/2026.
Tekad jajaran Direksi PDAM mengotimalkan kinerja dan hasil produksi guna mendongkrak pendapatan asli daeraha yang tinggi semakin dipertegas dengan pernyataan Bupati Klaten hameneng Wajar ismoyo beberapa waktu saat meresmikan gedung baru PDAM.
Saat itu Bupati mengatakan kedepan perusda PDAM akan segera memproduksi air mimum kemasanan sendiri dengan lebel Klaten yang siap diluncurkaan di pasar komersial.
Terobosan diversifikasi usaha komersial ini tentunya sangat menguntungkan bagi PDAM serta masyarakat Klaten. Karena selain semakin profesional dan besar, berdirinya pabrik kemasan akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan perekonomian Klaten.
Sebagai catatan keberhasilan mengambil air Ingas Cokro, merupakan prestasi luar biasa sepanjang sejarah. Dimana sebelumnya sudah berpuluh puluh tahun bahkan ratusan tahun Klaten tidak bisa mengambil air dari sumber yang ada di kotanya sendiri tersebut.
Baru dibawah kepemimpinan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo semua bisa terjadi. Ini membuktikan komitmen kuat PDAM Klaten dibawah kepemimpinan Mas Hamenang bertekad melayani pelanggannya dengan baik dan paripurna.
