Ditengah Pandemi, KPT Selesaikan Bedah Rumah Tak Layak Huni di Sudimoro

 

 Ketua KPT saat menyerahkan kunci rumah kepasa Untoro, secara simbolis usai selesai bedah rumah. Minggu, (31/1/2021)

Kasihinfo.com Trucuk -  Derasnya hujan tidak menyurutkan semangat dari para anggota komunitas peduli Trucuk (KPT) saat memasukkan berbagai isi rumah  yang baru saja selesai pembangunan dalam program bedah rumah oleh KPT, di rumah Untoro, warga Sudimoro, Rt 08/ Rw 04, Puluhan, Trucuk, Klaten, minggu siang, (31/1/2021).

Terlihat raut gembira dirasakan oleh keluarga Kuntoro, ketika melihat tempat tidur lengkap dengan Kasur dan bantal, serta kursi sudah tertata rapi di dalam rumahnya tersebut. Usai penataan isi rumah, dilanjutkan ucapan syukur dengan potong tumpeng, serta serah terima kunci rumah secara simbolis oleh KPT kepada pemilik rumah.

Turut hadir, Anggota DPRD Propinsi Jateng, Hj Kadarwati, Muspika Trucuk, warga seiktar serta anggota KPT. Dalam kesempatan tersebut, ketua RT 08, Hasan mengatakan menjadi kehormatan tersendiri,  karena salah satu warganya memperoleh bantuan bedah rumah yang lengkap, dan megah. Ia mengucapkan terima kasih kepada KPT, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik.

“Semoga dengan bantuan ini, keluarga bapak kuntoro, dapat hidup lebih layak, dan bisa bersama-sama berkegiatan bersama warga masyarakat yang ada di sekitarnya” kata ketua Rt.

Sehabis serah terima kunci rumah, Untoro menceritakan jika, rumah miliknya sebelum dilakukan pembangunan kondisinya memang memprihatinkan. ketika hujan turun, rumah basah akibat banyak atap yang bocor.

“ Dengan adanya bantuan bedah rumah ini, saya beserta keluarga merasa seneng,dan mengucapkan banyak terimah kasih, karena sangat membantu keluarga, sehingga bisa menempati rumah dengan luas 6 kali 8 meter yang lebih layak” kata Untoro. 

 Anggota DPRD Propinsi Jateng, Hj Kadarwati menyerahkan potongan tumpeng kepada Untoro.

Kadarwati mengatakan, kegiatan bedah rumah ini sangat luar biasa, karena ditengah pandemi seperti saat ini, dan dimasa banyak orang kawatir akan virus corona, komunitas peduli trucuk ini justru mempunyai semangat bergotong royong, dan semangat sosial yang sangat tinggi untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Ini bisa menjadi inspirasi dan menjadi contoh untuk tetap peduli kepada warga masyarakat, khususnya bagi rumah yang tidak layak huni” ungkap Kadarwati.

Wakil ketua KPT, Alif Mulyono mengatakan, Hingga saat ini sudah ada sekitar 7 rumah yang sudah diselesaikan dalam program sosial bedah rumah yang dilakukan oleh KPT tersebut. kegiatan bedah rumah sendiri merupakan program yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, namun khusus saat ini, bulan depan, KPT akan kembali melakukan bedah rumah.

“ Dalam proses pembangunan, saat sebelum pandemi untuk satu rumah , bisa selesai selama 3 hari saja,  karena banyak anggota komunitas dan warga sekitar yang membantu. Namun dimasa pandemi kali ini, dikarenakan adanya pembatasan, maka proses bedah rumah memerlukan waktu sekitar satu minggu” kata alif. 


Sedangkan biaya yang dibutuhkan, untuk rumah semi permanen membutuhkan sekitar 15 hingga 20 juta rupiah, dan Untuk rumah permanen sekitar 30 hingga 35 juta rupiah. Untuk uang sendiri selain dari uang dari komunitas, juga berasal dari berbagai donasi, baik donasi yang dihimpun secara online, maupun dari berbagai donator dan dermawan, serta berbagai proposal yang dibuat oleh komunitas.

Alif enambahakan, Untuk kategori rumah yang layak untuk dibedah yaitu, rumah yang tidak layak, dan tidak mampu membangun, dan tidak ada keluarga yang mampu membantu”pungkas alif mulyono. (h-d)

 

أحدث أقدم