Agar Klaten Kota Tidak Banjir, Relawan Gojalu Rela Masuk Gorong-gorong

 

 Relawan Gojalu rela masuk gorong-gorong, agar Klaten Kota tidak banjir.


Kasihinfo.com Klaten -Relawan Sungai Glogok, Jalidin dan Lunyu yang bergabung Komunitas Gojalu tidak segan harus masuk gorong-gorong sekitaran Kota Klaten agar tidak terjadi banjir akibat sampah yang menyumbat. Kegiatan bersih-bersih itu dilakukan secara sukarela untuk menjaga, menyelamatkan dan melestarikan sungai khususnya mencegah banjir di musim penghujan yang mencapai puncaknya akhir-akhir ini.

Ketua relawan Gojali Eko Prayitno kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten via telepon (Rabu, 24/02/21) mengatakan kegiatan bersih - bersih drainase kota menjadi target kegiatan. Dibantu Pemerintah Kelurahan Kabupaten kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar peduli lingkungan.

"Kegiatan ini aksi peduli lingkungan saja. Utama nya bagaimana masyarakat mencintai lingkungan dan peduli sungai. Tidak mudah membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai" kata Eko.

Ia menerangkan pekan lalu beberapa titik drainase bisa dibersihkan para relawan. Titik rawan sumbatan sampah yang mengganggu kelancaran air berhasil dibersihkan. Harapan wilayah kota tidak banjir akibat sampah yang menyumbat drainase yang ada.

"Kemarin berhasil diangkut sampah sebanyak tiga mobil pick up penuh. Relawan terpaksa harus masuk gorong-gorong untuk mengambil sampah. Semoga air bisa lancar dan kota Klaten tidak banjir" ungkap Eko Prayitno yang tercatat sebagai PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPU PR) Klaten.

Eko yang dipercaya sebagai Ketua Gojalu Klaten menargetkan bisa memberikan nilai ekonomi bagi komunitas sungai Glogok, Jalidin dan Lunyu. Aksi bersih-bersih kota akan tetap dilakukan dengan maksud membangun semangat peduli sungai.

"Aksi temanten tebar bibit ikan di sungai akan terus didorong. Maknanya bukan sekedar tebar ikan belaka, tapi bagaimana kita belajar menebar kehidupan terutama di lingkungan sungai. Kalau kami rela melestarikan, maka masyarakat jangan sampai merusak sungai" pintanya.(Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten)

أحدث أقدم