Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD Aisyiyah Harus Disesuaikan Dengan Ciri Khas Sekolah Aisyiyah




Kasihinfo.com -- Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA ) yang membidangi Majelis Dikdasmen Kabupaten Klaten Ir.Hj.Rufaida Burhan  menyampaikan bahwa  Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD Aisyiyah harus disesuaikan dengan ciri khas sekolah Aisyiyah, yang memiliki landasan iman, ilmu dan amal serta nilai-nilai Al Islam,  keAisyiyahan dan Kemuhammadiyahan (AIK).


Hal itu disampaikan Ida Burhan saat memberikan sambutan  pada acara diseminasi Imlpementasi kurikulum merdeka bagi guru dan kepala sekolah PAUD Aisyiyah se Kabupaten Klaten di markas LPB-MDMC Klaten Kamis ( 12/1/2023 ).

 

Menurutnya Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya, sedangkan implementasi dari kurikulum merdeka ini sangat tergantung pada kesiapan masing-masing satuan PAUD. 


"Oleh karena itu pemerintah tidak mewajibkan satuan PAUD untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini dan memberi kebebasan satuan PAUD untuk memilih kurikulum mana yang akan digunakan." katanya.


Dikatakan bahwa setiap satuan PAUD bisa menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, atau menggunakan Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) atau menggunakan Kurikulum Merdeka.

 

"Salah satu ciri khusus Kurikulum Merdeka ini adalah adanya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan upaya agar karakter Pancasila terbangun sejak dini melalui kegiatan yang dirancang dalam konteks kehidupan sehari-hari." katanya.


Dikatakan Guru dapat membangun pemahaman anak terhadap dunia melalui kegiatan eksploratif, kolaboratif dan pengalaman yang menyenangkan. Guru dapat menggunakan buku sebagai sarana pembelajaran, karena akan membentuk pondasi literasi pada anak, sedangkan penggunaan bahan-bahan lepasan (loosepart) akan dapat meningkatkan kreatifitas anak.

 

" Kami perlu  mengingatkan kembali,  bahwa untuk Satuan PAUD yang telah melakukan persiapan dan merasa mampu dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di lembaganya serta mengintegrasikannya dengan AIK, dipersilahkan untuk melanjutkan sambil menunggu sikap dan kebijakan Pimpinan Pusat Aisyiyah Majelis Dikdasmen terkait Kurikulum Merdeka versi Aisyiyah." pungkasnya.

( *Moch.Isnaeni* )

 

أحدث أقدم