Klaten kasihinfo.com – Diusianya yang ke 107, Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten Jawa Tengah makin profesional dan dicintai rakyat. Hal ini dapat dilihat dari kepercayaan masyarakat Klaten yang terus meningkat.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah kasus yang ditangani yakni 818 kejadian non kebakaran dalam setahun. Dan semua dapat dilakukan dengan baik dan lancar. Damkar Klaten dengan performa barunya kini tidak hanya menangangi kasus kebakaran saja, namun sudah menjadi tim Rescue handal yang siap membantu warga yang membutuhkan pertolongan apa saja.
Kepala Bidang kebakaran Damkar Klaten Sumino, saat ditemui wartawan diruang kerjanya (31/03-26) menjelaskan, saat ini pasukannya lebih banyak bergerak dibidang sosial dengan melayani permintaan warga yang membutuhkan bantuan. Baik kecelakaan, pencurian, masalah rumah tangga, menangkap satwa liar seperti tawon Vespa atau ular, hingga masalah anak mau sunat, tidak mau sekolah. Bahkan yang terakhir puluhan nasabah BKK yang uangnya tidak bisa cair, datang ke kantornya untuk minta bantuan.
Sumino Kepala Bidang Kebakaran Damkar Klaten
” Damkar sekarang dan dulu sangat berbeda mas. Sekarang petugas Damkar harus Oul Round artinya serba bisa dan profesional. Petugas Damkar tidak hanya dituntut bisa memadamkan api, tapi harus bisa menjadi tim rescue yang sewaktu waktu bisa diterjunkan dalam upaya evakuasi atau penyelamatan di segala medan”, ujarnya.
Sebagai contoh lanjut Sumino, selama atahun 2025 petugas Dakar Klaten telah banyak menyelamatkan nyawa manusia atau hewan. Seperti penyelamatan dalam kondisi darurat domestik dilingkungan keluarga sebanyak 202 kasus. Penyelamatan Ancaman Hewan Liar /Animal Rescue 506 kasus, penanganan sarang tawon Vespa 98 kasus serta kasus lepas cincin 111 kali dan kasus lainnya.
Dalam menunjang kegiatan yang sangat luar biasa tersebut lanjut Sumino Damkar Klaten baru memiliki sekitar 42 personil petugas, termasuk tim rescue didalamnya. 42 tenaga tersebut hampir semuanya sudah memiliki sertifikat pendidikan rescue yang dilakukan Kemendagri.
Diakui Sumino dengan jumlah yang amat sangat terbatas tersebut, yakni 42 personil, memang dirasa sangat kurang. Namun demikian Damkar Klaten Damkar Klaten akan selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumino menambahkan dengan luas cakupan luas wilayah yang harus dilayani, memang idealnya Damkar Klaten sedikitnya memiliki sekitar 110 tenaga profesional atau tim rescue, yang nantinya bisa ditempatkan di tiap tiap pos pembantu Damkar yang tersebar di 5 wilayah Kawedanan.
Joko Hendrawan SH, Kasat Pol PP Klaten
Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Joko Hendrawan SH, yang juga membawahi bidang Damkar tak mengelak jika Damkar Klaten memang masih kekurangan tanaga dan sarana penunjang yang lebih memadai, karena tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semakin komplek.
” Saat ini orang kecelakaan, sapi masuk sumur, anak terkunci dikamar mandi, anak nggak mau sunat, korban kejahatan, ibu melahirkan, semua larinya ke Damkar. Belum lagi kemarin ada puluhan nasabah bank BKK yang juga minta bantuan. Dengan tugas dan tanggung jawab yang semakin komplek ini memang idealnya jumlah personil dan sarana prasarana penunjung harus ditambah”, ujarnya.
Terkait kondisi tersebut Kasat mengatakan dirinyapun sudah melaporkan hal tersebut kepada mas Bupati. Bahkan menurut Joko, mas Bupati merespon baik dan siap memfasilitasi apa yang menjadi permintaan Dinas Satpol PP, termasuk Damkar guna menunjang kinerjanya.
Namun saat itu beliau mas Bupati menawarkan dua pilihan yakni. Dibuatkan gedung baru dulu atau armada dulu. Hal tersebut disampaikan karena adanya kebijakan pemangkasan anggaran. Akhirnya kita memilih punya gedung baru dulu. Nanti tahun berikutnya baru menambah armada. Sehingga saat ini Damkar telah memiliki gedung baru, yang terletak di jalan By Pas Utara, tepatnya di desa Bramen, kecamatan Klaten Utara.
Idealnya lanjut Joko Hendrawan dengan adanya rencana dan wacana tiap kawedanan akan dibangun pos pembantu unit Damkar, memang perlu adanya tambahan sarana prasarana penunjang baik jumlah personil dan armada serta peralatan pendukung oprasional lapangan.
Dengan semakin komplek masalah yang harus ditangani, khususnya dibidang kedaruratan, maka menurut Joko Hendrawan kebutuhan yang paling mendesak saat ini bagi tim Damkar Klaten adalah memiliki mobil atau armada khusus unit rescue yang dilengkapi dengan berbagai peralatan penunjang sesuai fungsi kegunaanya.
” Saat ini kita memang belum punya mobil khusus rescue yang dilengkapi berbagai peralatan modern dan cangkih termasuk alat kedaruratan saat melakukan pertolongan pertama. Karena harganya memang lumayan mahal. Tapi dalam kondisi seperti ini dan fungsi petugas damkar juga sekaligus sebagai tim rescue, keberadaan mobil ini boleh dibilang cukup mendesak”, ujarnya.
Selain belum memiliki mobil khusus rescue, sebenarnya Damkar Klaten juga masih kekurangan jumlah personil. Karena lanjut Kasat, untuk satu unit mobil damkar idealnya di backup 10 sampai 15 personil petugas termasuk tim rescue. Sehingga penanganan disetiap kejadian bisa dilakukan secara cepat.
Dan jika tahun depan nanti jadi dibangun 2 pos pembantu unit Damkar di Kawedanan Pedan dan Kawedanan Jatinom, melengkapi pos pembantu yang sudah ada saat ini di Penggung dan Jogonalan, maka otomatis perlu ada tambahan personil.
Armada mobil pemadam dari 4 unit bisa ditamabah menjadi 7 unit. 42 Personil yanaag saat ini bisa ditambah menjadi sekitar 120 personil. Selain itu sudah saatnya Damkar Klaten memiliki satu unit mobil crane pemadam kebakaran. Mengingat di Klaten saat sudah banyak berdiri gedung tinggi yang memerlukan penanganan khusus jika terjadi musibah kebakaran.
Keterbatasan peralatan armada dan personil, terkadang Damkar Klaten harus meminta bantuan ke Kabupaten lain, jika terjadi musibah kebakaran besar dan jauh dijangkau dari Posko. Apalagi armada yang ada saat ini sering “rewel” saat tengah digunakan atau saat dalam perjalanan menuju lokasi.
Namun sambil menunggu permohonan tersebut disetujui, Damkar Klaten hingga saat ini terus berbenah diri dan melakukan edukasi. Selain melakukan pelatihan ketrampilan pada anggotanya dan karyawan perusahaan, Damkar Klaten juga membuat program Damkar to Scool yakni pemberian edukasi dan sosialisasi terkait kebencanaan khususnya kebakaran mulai dari anak PAUD hingga tingkat SMA.
Disini, sejak usia dini anak anak diberi, edukasi, pengenalan, serta penjelasan tentang musibah kebakaran Diharapkan mereka akan tahu apa yang harus dilakukan jika melihat musibah kebakaran.
Sedang pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada karyawan perusahaan perusahaan yang rawan musibah kebakaran, meliputi penggunaan alat pemadam, cara melakukan evakuasi penyelamatan, mematikan sumber api serta tindakan upaya penyelamatan darurat.
Kantor Damkar yang baru di jalan By Pas Utara, Bramen Klaten.
Selain edukasi kebakaran, Damkar Klaten juga melatih dan merekrut petugas relawan tingkat desa. Diharapkan adanya 2 relawan Damkar di tiap desa, akan sangat membantu dalam pelaksanaan petugas dilapangan.
Damkar Klaten memang terus berbenah dan menata diri untuk bisa tampil lebih profesional, cepat, tepat dengan peralatan yang ada saat ini.
Awal pertama berdiri Damkar Klaten masih bergabung dan berkantor dibawah koordinasi Dinas PU Klaten. Saat itu Damkar hanya memiliki 2 unit mobil kebakaran keluaran tahun 1990an dan bermarkas di komplek gedung RSPD Klaten.
Kini Damkar Klaten kini sudah memiliki kantor markas sendiri dibawah koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja. Walau masih dalam kapasitas terbatas dalam hal Sarana dan Prasarana, baik peralatan dan armada, Damkar Klaten tetap berpegang pada prinsip Respontime (yakni 15 menit setelah menerima telepon harus sudah ada dilokasi).
Saat ini Damkar Klaten hanya memiliki 4 unit mobil pumpa, 1 unit water suplay dan 2 mobil lainnya. Dari armada tersebut keluaran terbaru buatan tahun 2017 ada 2 unit, dengan kapasitas 3000 dan 5000 liter air.
Sementara satu unit tangki (water Supley) “lungusran” dari kantor BPBD Klaten keluaran tahun 2013 lebih banyak menjadi “penjaga garasi” karena sering mogog mesinya ngadat tidak bisa digunakan lagi.
