Ganjar : Revitalisasi Rowo Jombor mesti dijadikan yang menjadi kebutuhan bersama

 


Kasihinfo.com Klaten – Memberikan dan membangun konsep serta pola pikir yang sama tentang pentingnya revitalisasi Rowo Jombor serta bertujuan agar masyarakat mengetahui, mendukung, serta mengerti dan paham akan pentingnya revitalisasi yang akan dilaksanakan. Demikian maksud dan tujuan yang disampaikan Asisten Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Klaten dr. Ronny Roekmito, M.Kes mengawali pembukaan Sosialisasi Revitalisasi Rowo Jombor yang diadakan di Pendopo Pemkab Rabu (16/06/2021). 

Hadir dalam sosialisasi ini, Bupati, Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan BBWS Bengawan Solo, Perwakilan Kodim, Perwakilan Polres, Prof. Suratman, Sekda, Kepala OPD, Kades Krakitan, Kades Jimbung, dan perwakilan pelaku usaha Rowo Jombor. 

“Dasar pelaksanaan sosialisasi ini adalah Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor 17/338 Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Penataan dan Pengembangan Rowo Jombor, dan hasil Rapat Koordinasi Persiapan Revitalisasi Rowo Jombor antara tim penataan dan pengembangan Kawasan Kabupaten Klaten dengan tim Disporapar Provinsi Jawa Tengah, BBWS Bengawan Solo, dan Komunitas Sekolah Sungai Kabupaten Klaten pada tanggal 7 Juni 2021 di Ruang Rapat Utama Pemkab Klaten,” jelas Ronny. 

Diawal paparannya Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani menyampaikan bahwa gagasan revitalisasi Rowo Jombor sudah muncul sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada saat Pemkab bersama Prof. Suratman, relawan, dan masyarakat disekitar Rowo Jombor aktif melaksanakan kegiatan pembersihan baik sampah maupun enceng gondok Bersama BBWS Bengawan Solo, serta berbagai kegiatan untuk mengangkat Rowo Jombor, dan puncaknya pada saat sosialisasi rencana pemindahan warung apung ke daratan yang dilaksanakan di Balai Desa Krakitan.   

“Dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Rowo Jombor masyarakat banyak bertanya, sudah hampir 3 tahunan ‘pemerintah ki mung judule thok, ora eneng action-nya’ (pemerintah hanya judul saja, tidak ada aksi). Semuanya butuh proses, dari apa yang kami lakukan tiga tahun lalu hasilnya pada hari ini akan dilakukan sosialisasi, bahwa kami tidak hanya sekedar memberikan judul, ngoyak-ngoyak (mentertibkan) masyarakat, terutama yang memanfaatkan Rowo Jombor. Hari ini adalah jawabannya, kami serius melakukan perbaikan revitalisasi, memposisikan sebenarnya rowo untuk menampung air hujan sebagai irigasi persawahan di sekitarnya,” jelas Bupati.   

Bupati dalam kesempatan tersebut juga menegaskan keinginan Pemkab untuk mentertibkan kembali pemanfaatan Rowo Jombor oleh masyarakat sekitar tanpa menghilangkan kebersamaan yang selama ini terjalin dengan baik.  

“Kami ingin ditertibkan kawasan Rowo Jombor, kami juga mengusulkan ke pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bahwa saat ini yang memanfaatkan Rowo Jombor seperti karamba dan pemancingan tetap harus diberikan kuota atau lahan yang ada disana, sehingga tentunya masyarakat tidak terlalu beresiko sangat fatal. Karena kalau ditiadakan nanti kurang indah kebersamaannya,” terang Bupati.

Diakhir paparannya Bupati menyampaikan kebijakan pemerintah selama revitalisasi ini berlangsung mungkin diawal dirasa tidak menyenangkan bagi masyarakat yang memanfaatkan Rowo Jombor, namun hasil akhirnya nanti diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Klaten. 

“Kebijakan ini tentunya tidak menyenangkan bagi bapak ibu semuanya. Terutama penghentian seluruh aktivitas kegiatan masyarakat disekitar Rowo Jombor yang tidak terkait dengan kegiatan revitalisasi sampai dengan selesai, pertama penutupan akses ke Rowo Jombor yang merupakan kawasan khusus jalan inspeksi, kedua penyediaan jalan alternatif untuk kegiatan masyarakat, ketiga kegiatan pemindahan karamba, keempat penghentian operasional perahu/gethek, kelima penutupan PKL, dan keenam memfasilitasi penyiapan lokasi sarana dan prasarana desa sekitar Rowo Jombor,” jelas Bupati.

“Insyaallah kami pemerintah tentunya tidak ingin mendzalimi, tidak mungkin kami ada niatan menyengsarakan masyarakat, tapi kami tugasnya adalah bagaimana membangun, manfaatnya (bisa) dirasakan masyarakat. Apa yang kami lakukan tidak ada yang kami langgar dalam perundangan-undangan atau aturan hukum yang ada. Jadi mohon sangat hormat bahwa apa yang sudah kami lakukan kurang lebih tiga tahun ini, inilah hasilnya. Anggaran yang tidak sedikit yang akan dibangun di wilayah Rowo Jombor patut kita syukuri bersama. Jangan dijadikan sebuah gesekan, perpecahan, yang mengganggu kondusivitas masyarakat Klaten,” pungkas Bupati.       

Terkait detail revitalisasi Rowo Jombor Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah Drs. Sinoeng Noegroho Rachmadi, MM menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan grand design pembangunan fasilitas untuk tahun 2021 ini. 

“Kita sudah menyiapkan untuk pembangunan jalan lingkungan dan rencana besar tersebut juga akan kita bangun beberapa fasilitas umum untuk para pedagang dan pengunjung disana. Yang akan disediakan adalah panggung teather, dermaga, gazebo, trotoar, taman parkir, dan yang tidak kalah penting kami menyediakan kios cindera mata dan penampungan untuk warung apung,” terang Sinoeng. 

“Rowo Jombor ini untuk masa depan mudah-mudahan harapannya nantinya akan menjadi salah satu pilar destinasi (wisata) Kabupaten Klaten yang memiliki tag line Klaten Keren. Dan sesuai permintaan Bupati kedepan pengembangan Rowo Jombor dengan desa sekitar bisa menjadi desa wisata,” pungkas Sinoeng. 

Sementara itu Plt. Pelaksanaan dan Pengendalian Bendungan dan Danau BBWS Bengawan Solo Khoirul Murod, ST., MT menyampaikan perlunya segera dilakukan revitalisasi Rowo Jombor untuk mengembalikan fungsi utamanya sebagai tempat penampungan air dan irigasi.

“Fungsi utama Rowo Jombor sebagai tampungan air semakin berkurang. Hal ini seiring dengan manfaat lain sebagai pariwisata dan perikanan lebih dominan, sehingga kita perlu melakukan revitalisasi, seperti adanya warung apung dan karamba, aktifitas tersebut akan menimbulkan sampah, memicu pertumbuhan enceng gondok, serta sedimentasi rowo,’ terang Murod. 

Dalam kesempatan sosialisasi ini hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir. Tidak hanya perintah dari atas saja, namun sambutan dari masyarakat dan keterlibatan semua pihak menunjukkan atensi luar biasa terhadap rencana revitalisasi Rowo Jombor tersebut. 

“Ternyata Rowo Jombor ini menjadi perhatian nasional. Dan karena beliau Ibu Bupati peduli dan ini merupakan aset menarik yang diberikan Tuhan kepada kita, ya kita diminta untuk merawat. Dengan catatan merawatnya tidak biasa-biasa saja, namun luar biasa karena tekanannya dahsyat. Tekanan ekologisnya, kepentingan sosial di masyarakat luar biasa dan semua punya kepentingan. Pertanian ada, yang menyandarkan hidup dari sini juga banyak. Kita harapkan ayo kita rawat bareng-bareng, kita membuat kesepakatan bareng-bareng” terang Ganjar

“Revitalisasi ini mesti kita jadikan sesuatu yang menjadi kebutuhan bersama. Kelak Rowo Jombor ini akan menjadi legenda. Bagaimana kondisi awal, bagaimana kerusakan itu terjadi, bagaimana kita revitalisasi, dan kelak orang akan berbondong-bondong menikmati suatu keindahan, satu kesejukan, yang bisa memanfaatkan sumber dayanya disitu, dan tentu saja bisa tertawa, bisa gembira, bisa bahagia, karena bisa memanfaatkan apa yang ada di Rowo Jombor ini. Yuk bareng-bareng kita rawat,” pungkas Ganjar. (Bagian Humas Setda Klaten)

Lebih baru Lebih lama