Peran Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Masyarakat Penting Dalam Wujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama

 



Kasihinfo.com Jakarta---- Saat ini suhu politik  menjelang tahun 2024 mulai memanas menjelang pesta demokrasi yang digelar setiap  lima tahun sekali. 


Mengantisipasi munculnya gerakan-gerakan di masyarakat yang mampu memecah belah kedaulatan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka Kementerian Dalam Negeri merapatkan barisan dengan menggelar Rapat Koordinasi Nasional  ( Rakornas ) Pemerintah Daerah dengan Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) yang mengambil tempat di Hotel Novotel Tangerang, Selasa ( 28/2/2023 ).


Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya  mewakili Bupati Klaten yang hadir di acara  tersebut mengatakan Rakornas ini digelar selama satu hari tanggal 28 Februari 2023 di Hotel Novotel  Tangerang. 


Peserta Rakornas yang terdiri dari Gubernur selaku Ketua Dewan Penasihat FKUB Provinsi, Majelis-Majelis Agama, Kesbangpol Provinsi, Kanwil Kementerian Agama, Ketua FKUB Provinsi, Kesbangpol Kabupaten/Kota, Bupati/ Walikota, KaKaKemenag dan Ketua FKUB Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.


Menurut Yoga Hardaya Rakornas ini mengambil tema “Sinergi Memantabkan Kerukunan Umat Beragama Dalam Mewujudkan Pemilu Yang Aman, Damai, dan Harmoni"  ini menempatkan peran tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat  dalam mewujudkan kerukunan di masyarakat sangat strategis.


"Peran tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di masyarakat menjadi sangat penting" ujarnya.


Oleh karenanya menutut Yoga reorientasi pelaksanaan tugas dan fungsi FKUB harus sejalan dengan penguatan peraturan perundang-undangan kehidupan keagamaan yang ada.


"FKUB bersama-sama pemerintah perlu mendorong suasana kondusif dan bersinergi merawat kerukunan di masyarakat untuk suksesnya pemilu damai 2024" katanya.


Dikatakan bahwa saat  ini pemerintah sedang mensosialisasikan moderasi beragama di masyarakat, dan oleh karenanya para toga dan  tomas perlu meneguhkan dan menguatkan komitmen kebangsaan para tokoh agama dan bersama-sama melaksanakan etika kehidupan keagamaan." katanya.


Sementara itu Sekertaris Jendral ( Sekjen ) Asosiasi FKUB Indonesia KH.Taslim Syahlan, M.Si mengatakan bahwa kondisi bangsa Indonesia yang majemuk ini telah diantisipasi oleh para pendahulu tokoh bangsa dengan adanya Pancasila. 


"Melalui Rakornas ini diharapkan dapat meningkatkan peran dan fungsi dari FKUB dalam menjaga stabilitas kerukunan hidup antar umat beragama." katanya.


Menurut Taslim kehidupan masyarakat Indonesia yang begitu dinamis ini perlu selalu dijaga stabilitas keaamanannya dari munculnya provokasi beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama tertentu. Sehingga peran serta dari aparatur pemerintah baik pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama diharapkan dapat mengantisipasi munculnya konflik.


"Melalui acara ini semoga kita dapat  meningkatkan peran dan fungsi FKUB guna memelihara kerukunan, pemberdayaan serta peningkatkan kualitas kehidupan keagamaan umat sehingga kehidupan bangsa kita semakin kuat, jaya dan lebih maju di masa depan." kata Taslim Syahlan yang juga sebagai Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah ini.


Selanjutnya disampaikan bahwa pelaksanaan Rakornas FKUB ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi majelis-majelis agama, tokoh agama dan pemerintah daerah untuk ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2024. 


"Peran strategis FKUB dalam mensukseskan Pemilu 2024 damai dapat diwujudkan antara lain dengan memberikan seruan dan ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif agar terselenggara Pemilu yang rukun, damai, demokratis dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela." imbuhnya.


Tugas lain yang bisa dilakukan melalui FKUB adalah  menghimbau masyarakat luas untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, munculnya konflik sosial dan mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama. 


" FKUB perlu juga mendorong terpilihnya para wakil rakyat yang berintegritas tinggi, religius, berakhlak mulia, dan tidak cacat moral." pungkasnya.

( *Moch.Isnaeni*)

Lebih baru Lebih lama