Gandeng Toga Dan Tomas Surakarta, Polri Tangkal Paham Intoleransi Dan Radikalisme

 

Polri menggandeng para ustaz untuk mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan teror pasca Pemilu dan menjelang Pemilukada serentak tahun 2024 melalui khotbah Sholat Jumat di sejumlah masjid di Kota Surakarta pada Jumat (24/5/2024).


kasihinfo.com Surakarta - Pasca Pemilu dan menjelang Pemilukada serentak 2024, Polri bersama tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan pembinaan terhadap masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya. 


Kegiatan pembinaan terhadap masyarakat ini menyasar ke sejumlah lingkungan atau lokasi komunitas jamaah penganut paham radikal dan intoleransi.


Pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan Polri bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Sebelumnya, Polri melakukan komunikasi dengan para pengurus masjid dan sudah melakukan silaturahmi serta koordinasi ke beberapa Lembaga Pemerintahan di Provinsi Jawa Tengah.


Diantaranya dengan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H Imam Buchori S.Ag, M.Si, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, KH Dr Multazam Ahmad MA, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah Prof Dr KH Imam Yahya M.Ag, dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta KH M Muhtarom.


Komunikasi yang dilakukan ini antara lain untuk menyamakan persepsi dalam menjaga stabilitas kamtibmas di kalangan masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya sebagai upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan teror menjelang Pemilukada serentak 2024.


Selain berkomunikasi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Polri juga menggandeng Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta KH M Muhtarom dan Ustaz Mulyadi, S.Ag dengan memanfaatkan momen Sholat Jumat di sejumlah masjid di Kota Surakarta yang dihadiri sekitar 750 orang umat muslim pada Jumat (24/5/2024). 


Masjid tersebut adalah Masjid Al Wustho Mangkunegaran di Jalan RA Kartini Nomor 3 Surakarta, Masjid Sholihin Punggawan di Jalan Gajah Mada Nomor 97 Surakarta, dan Masjid Nurul Falah Pasar Legi di Jalan Letjen S Parman Nomor 85 Surakarta.


Khotib dan Imam Sholat Jumat di Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Surakarta, Ustaz Mulyadi, S.Ag dalam khotbahnya mengangkat tema “Pentingnya menangkal paham-paham Intoleransi, Radikalisme dan Teror (ITR) serta mempertebal toleransi antar umat beragama dan jiwa kebangsaan yang tinggi dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilukada serentak tahun 2024”.


Dalam khotbahnya, Ustaz Mulyadi, S.Ag mengajak kepada umat muslim agar dapat menjaga stabilitas Kamtibmas di kalangan masyarakat dan tidak terpengaruh dengan paham radikal dan intoleransi.


“Mari, semua umat muslim yang hadir di sini. Warga Kota Surakarta pada khususnya dan warga Jawa Tengah pada umumnya, untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di kalangan masyarakat sebagai upaya mencegah masuknya penyebaran pengaruh intoleransi, paham radikalisme dan tetorisme, terutama menjelang Pemilukada serentak tahun 2024,” ajaknya.


Khotib juga menyampaikan imbauan kepada jamaah Sholat Jumat untuk menjaga toleransi antar umat beragama dan menjaga stabilitas Kamtibmas di kalangan masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan teror Pasca Pemilu dan menjelang Pemilukada serentak tahun 2024 di Jateng. 


“Saya mengajak umat muslim untuk lebih mencintai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Karena Islam adalah agama yang mengandung nilai-nilai rahmatan lil-alamiin,” ujarnya. 


Pada kesempatan itu, Ustaz Mulyadi mengingatkan kembali kepada para jamaah tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghindari perbuatan yang melanggar hukum, menjauhi perselisihan antar komunitas masyarakat, dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya komunitas yang menganggap kelompoknya berpaham Islam paling benar, serta mudah menyalahkan orang atau kelompok lain dalam ritual peribadahan. 


“Karena sekecil apapun reaksi yang diwujudkan dengan perbuatan melawan hukum yang berlaku di negara kita ini, maka akibatnya akan ditanggung sendiri. Dan dampak lainnya turut dirasakan oleh keluarga dan orang-orang terdekat,” tandasnya. 


Sebelum mengakhiri Khotbah Sholat Jumat-nya, khotib mengulangi atau mengingatkan kembali kepada jamaah Sholat Jumat untuk saling menjaga ukhuwah. 


“Kita semua harus saling menjaga ukhuwah satu sama lain. Karena pada prinsipnya semua kaum muslim adalah bersaudara, dan menjadi bagian utuh seperti badan manusia yang saling peduli serta melindungi atau melayani satu dengan yang lainnya,” pesan ustaz. (ist)


Lebih baru Lebih lama