![]() |
| Tim Paskib Pasukan Bergada Gardapati SMPN 1 Kalikotes Klaten. |
KLATEN – Tim Paskib Pasukan Bergada Gardapati SMPN 1 Kalikotes Klaten kembali menorehkan prestasi dalam lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Tingkat provinsi Jawa Tengah.
Dalam ajang LKBB Mataram 2025 tingkat SMP/MTS, SMA/SMK Se-Jawa Tengah, dengan mengirimkan dua tim, SMPN 1 Kalikotes Klaten berhasil menyabet beberapa kejuaraan, yaitu Juara 1 Best sosmed Tim B, Juara 1 Best formasi Tim B, Juara 1 Best variasi Tim B, Juara Harapan 3 PBB Tim B, Juara Caraka 3 Tim A dan Juara Utama 2 Tim B.
Kepala SMPN 1 Kalikotes Klaten, Anik Ariastuti, S. Pd., M. Pd. mengatakan, tim paskib pasukan bergada gardapati kembali menorehkan juara. Kali ini memborong kejuaraan dari beberapa kategori. Menurut Anik, demi mendapatkan kejuaraan, perjuangan anak-anak sangat lah hebat. Mereka sangat gigih dan disiplin dalam berlatih.
“Alhamdulillah lomba baris berbaris kemarin di Semarang, kita mendapatkan banyak hadiah. Namun perjuangan untuk mendapatkan juara perlu diacungi jempol mas. Proses anak-anak tim Paskib itu sejak awal dia jadi seorang Paskibraka itu sudah punya tanggung jawab yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, semangat dan kegigihan yang dimiliki tim paskib perlu menjadi contoh ataupun model untuk anak-anak generasi zaman sekarang. Karena daya juang yang luar biasa sama kegigihan anak-anak, karena mereka punya satu misi untuk bisa mengharumkan nama sekolah.
“Nah itu Alhamdulillah tanpa rasa malas ataupun Tanpa Rasa terpaksa dia itu sudah pulang sekolah jam setengah dua namun jam 2 seperempat Sudah sampai sekolah lagi untuk latihan sampai jam 05.00 dan itu tiap hari, dan ketika ada yang terlambat, tanpa ada yang suruh langsung menghukum dirinya sendiri. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dan disiplin,” imbuhnya.
Sedangkan wakasek bidang kesiswaan SMPN 1 Kalikotes Klaten, Ginanjar mengatakan, tim paskib bergada Gardapati SMPN 1 Kalikotes mendapatkan bimbingan dari kakak tingkat yang sudah lulus.
“Jadi mereka itu mendapatkan bimbingan dari kakak-kakak tingkatnya yang sudah lulus dan di dukung penuh oleh kepala sekolah dan para guru. Dulu kakak tingkat pernah ikut lomba dan mereka kalah. Mereka tidak ingin terjadi di adik-adiknya, maka mereka walaupun sudah bekerja bahkan ada yang kerjanya agak jauh, tetap meluangkan waktu untuk mendidik adik-adiknya. Tujuannya apa supaya mereka sukses di masa depan Jadi mungkin kegagalan kakak kelas yang buruk itu jangan sampai terjadi. Jadi mereka mendoktrin dan memotivasi supaya mereka bisa lebih sukses,” katanya.

