![]() |
| Rektor Unwidha, Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd |
KLATEN – Sebagai puncak peringatan Dies Natalis Universitas Widya Dharma Klaten ke-56, digelar kegiatan Jalan Sehat dan Silaturahmi keluarga besar universitas setempat, serta lomba menghias tumpeng. Sabtu, (20/12/2025).
Kegiatan jalan sehat mengambil start di pintu masuk kampus dan dilepas oleh rektor Unwidha, Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd. Jalan Sehat dan Silaturahmi diikuti oleh Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten, selaku Badan Penyelenggara Unwidha, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan beserta istri/suami, mahasiswa, perwakilan Forkompincam, dan perangkat desa Karanganom.
Disela pelaksanaan kegiatan, Rektor Unwidha, Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd mengatakan, berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka dies natalis Unwidha Klaten, dan puncaknya dilakukan kegiatan jalan sehat dan silaturahmi.
“ Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat keakraban, memperkuat kolaborasi, dan menjalin hubungan harmonis antar-seluruh pemangku kepentingan kampus dan Masyarakat,”katanya.
Prof Triyono menambahkan, Dies Natalis ke-56 ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga momentum strategis untuk melangkah lebih jauh. Ke depan, Unwidha diharapkan terus tumbuh menjadi kampus unggul dan berdaya saing global, yang mampu melahirkan lulusan cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui semangat berinovasi dan keberlanjutan, Unwidha bertekad menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045. Dengan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, yayasan, alumni, dan masyarakat, Unwidha akan terus hadir sebagai kampus yang berdaya, berdampak, dan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban bangsa,” jelasnya.
Dies Natalis ke-56, menandai lebih dari setengah abad kiprah dan dedikasinya dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Perayaan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan sejarah panjang perjalanan Unwidha, dari awal berdiri sebagai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yayasan Pendidikan Klaten (IKIP YP Klaten) pada tahun 1969, hingga bertransformasi menjadi universitas pada 19 Desember 1994 sesuai Surat Keputusan resmi perubahan bentuk.
Dies Natalis tahun ini mengusung tema “Kampus Cerdas untuk Indonesia Emas: Berdaya, Berinovasi, dan Berkelanjutan” dan slogan “Dari Kampus Cerdas untuk Indonesia yang Tangguh.” Tema ini dipilih sebagai bentuk komitmen Unwidha terhadap era transformasi digital, pengembangan kampus berdampak (impactful campus), dan keberlanjutan (sustainability) melalui implementasi konsep Green Campus serta kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Tema ini juga relevan dan inklusif, mencerminkan semangat kolaboratif seluruh civitas akademika dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.
Menurut data humas Universitas Widya Dharma Klaten, Unwidha menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur civitas akademika, yayasan, hingga Masyarakat, seperti, Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon"Bima Suci",sebagai simbol perjalanan spiritualdan pencarian jati diri, mencerminkan nilai-nilai luhur pendidikan dan karakter yangdijunjung tinggi oleh Unwidha.
Kemudian kegiatan pengabdian kepada Masyarakat, sebagai salah satu pilar tri darma perguruan tinggi yang terus dijalankan secara konsisten oleh civitas akademika Unwidha dalam berbagai bidang sosial,pendidikan, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.
Dilanjutkan kegiatan sabtu pagi, yaitu Jalan Sehat dan Silaturahmi yang dilaksanakan pada Sabtu,20 Desember 2025, diikuti oleh Pembina,Pengawas,dan Pengurus Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten Selaku badan Penyelenggara Unwidha,serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan beserta istri/suami,mahasiswa, perwakilan Forkompincam, dan perangkat desa Karanganom.Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat keakraban, memperkuat kolaborasi, dan menjalin hubungan harmonis antar-seluruh pemangku kepentingan kampus dan masyarakat.
Disela pelaksanaan silaturahmi, juga dilakukan kegiatan Lomba Menghias Tumpeng oleh Ibu-ibu Paguyuban Dharma Wanita Unwidha, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan apresiasi terhadap peran perempuan dalam mendukung kegiatan kampus.
