KLATEN --- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Klaten KH Hartoyo mengatakan bahwa ulama memiliki peran penting dalam menyebarkan dakwah Islam wasathiyah melalui media sosial untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Islam yang moderat dan toleran.
Hal itu disampaikan Hartoyo saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Diklat penyusunan Materi Dakwah untuk media sosial berbasis Islam wasathiyah yang diselenggarakan oleh Komisi Komunikasi dan informasi MUI Klaten di Aula Masjid Agung Al-Aqsha Klaten, Jumat ( 5/12/2025 ).
Menurutnya diklat penyusunan materi dakwah untuk media sosial berbasis Islam wasathiyah akan membicarakan tentang tentang bagaimana menyusun konten dakwah yang efektif dan sesuai dengan prinsip Islam wasathiyah, yaitu Islam yang moderat, toleran, dan inklusif.
"Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam menyebarkan pesan dakwah melalui media sosial dengan cara yang bijak dan efektif" katanya.
Diklat penyusunan Materi Dakwah untuk media sosial berbasis Islam wasathiyah menurut Hartoyo sangat penting bagi para dai, mubaligh, penceramah, dan penyuluh di era digital.
"Dengan diklat ini, kita dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun konten dakwah yang efektif, menarik, dan sesuai dengan prinsip Islam wasathiyah, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang dan menyebarkan pesan dakwah dengan lebih luas." katanya.
Dikatakan bahwa saat ini diperlukan pemahaman terkait pengembangan dakwah di era digital bagi pada ulama, dai, mubaligh, serta khotib dan penyuluh.
"Di era digital saat ini diperlukan pemahaman yang mendalam terkait pengembangan dakwah di bagi para ulama, dai, mubaligh, khotib dan khotib serta penyuluh. Karena
mereka perlu memahami bagaimana menggunakan media digital untuk menyebarkan pesan dakwah dengan efektif, serta bagaimana menghadapi tantangan dan peluang di era digital." kata Hartoyo.
Oleh karena itu katanya penyelenggaraan diklat penyusunan materi dakwah untuk media sosial berbasis Islam wasathiyah menjadi penting dan sangat diperlukan
"Penyebaran informasi yang begitu cepat menggugah semangat kami dari MUI untuk penyelenggaraan diklat penyusunan materi dakwah untuk media sosial berbasis Islam wasathiyah ini" katanya..
Sementara itu ketua Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Klaten H. Moch.Isnaeni mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan diklat dirasa penting dan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan para ulama, dai, mubaligh, dan penyuluh dan khotib dalam menyebarkan pesan dakwah yang efektif dan sesuai dengan prinsip Islam wasathiyah.
Menurutnya melalui media sosial pelaksanaan dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang dan menyebarkan pesan dakwah dengan lebih luas, serta mempromosikan toleransi dan kerukunan di masyarakat.
"Perkembangan media sosial memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan dakwah di era digital saat ini, oleh karena itu perkembangan arus informasi telah menjadikan media sosial memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan dakwah di era digital saat ini." katanya.
Media sosial saat ini kata Moch. Isnaeni telah menjadi platform yang efektif untuk menyebarkan pesan dakwah dan menjangkau masyarakat luas.
"Dengan menggunakan media sosial, para dai dan mubaligh dapat menyebarkan pesan dakwah dengan lebih cepat, lebih luas, dan lebih efektif" katanya.
Diakui memang ada dampak buruk media sosial dalam pengembangan dakwah saat ini antara lain penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks, penyebaran pesan dakwah yang tidak sesuai dengan prinsip agama,
penggunaan bahasa yang tidak sopan atau ofensif,
penyebaran konten yang tidak relevan atau tidak bermanfaat, dan ketergantungan pada media sosial yang berlebihan.
"Namun perlu diingat bahwa media sosial juga memiliki potensi besar untuk menyebarkan pesan dakwah dan meningkatkan kesadaran spiritual bagi masyarakat luas" katanya.
Oleh karena itu kata Moch.Isnaeni pentingnya bagi para dai dan mubaligh untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan efektif karena penyampaian materi dakwah berbasis Islam wasathiyah yang menyejukan diharapkan dapat menjadikan kemaslahatan umat.
"Kita semua sangat berharap bahwa setiap penyampaian materi dakwah hendaknya materi-materi yang menyejukan untuk kemaslahatan umat antara lain mengajarkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian, meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan umat, menyebarkan pesan dakwah yang moderat dan inklusif, mengajak umat untuk beribadah dengan cara yang santun dan damai, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pengetahuan, dan mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kebersamaan" katanya.
Dengan materi dakwah seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran spiritual umat dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Diklat ini diikuti sebanyak 80 orang dengan nara sumber dari tim IT Majelis Pustaka dan Informasi PDM Klaten. ( *Moch.Isnaeni* )
