Rakor FKUB Solo Raya : Merawat Kerukunan Wujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai

 


KLATEN --- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Solo Raya mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk merawat kerukunan, mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.


Rakor menghadirkan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Uda Pangelingsir Agung Putra Sukahet beserta Sekjen KH. Taslim Syahlan dan Wakil Sekjen Pendeta Samuel, Ketua Umum Mahelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia ( Matakin ) Budi Santosa Tanuwibowo, pengurus FKUB Provinsi Jawa Tengah, Jetua Matakin Provinsi Jawa Tengah Andi Tjiok, Forkompinda, para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB se Solo Raya, Kakan Kemenag, Kakan Kesbangpol se Solo Raya serta tamu undangan lainnya bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu ( 17-12-2025 ).


Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi menjelaskan bahwa kegiatan rutin yang dilakukan secara bergiliran di Kabupaten/Kota se Solo Raya ini dilakukan setiap 3 bulan sekali atau menyesuaikan waktunya.


“Rakor kali ini dilaksanakan dalam rangka menjaga dan merawat kerukunan dalam upaya mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, maju sejahtera dan berkelanjutan"katanya.


Dikatakan dengan Rakor FKUB se Solo Raya ini diharapkan FKUB bisa memaksimalkan program-program seperti penguatan moderasi beragama dan mengoptimalkan peran lembaga agama dan pengelolaan rumah ibadah sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui KementerianAgamaRI,” ujarnya.


Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Klaten termasuk daerah kondusif penuh toleran yang aman dan damai menurut pengakuan dari Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Ratu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet. 




"Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar tokoh lintas agama dalam membangun kerukunan dan harmoni di masyarakat dengan lebih memahami dan menghargai perbedaan, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai dan penuh cinta kasih" kata SyamsuddinAsyrofi.


Dalam sambutannya Bupati Klaten menyampaikan apresiasi FKUB se Solo Raya yang secara aktif terus berikhtiar merawat kerukunan melalui kegiatan Rakor bersama secara bergiliran di Kabupaten/Kota di Solo Raya.


“Kerukunan sebagai pilar dan modal sosial yang penting untuk terciptanya kondisi dan suasana yang aman dan damai semua tidak lepas dari peran tokoh lintas agama di wilayah Solo Raya” katanya.


Fkub menurut Bupati Klaten menjadi garda terdepan dalam berkhtiar merawat kerukunan di masyarakat dan oleh karena perlunya dilakukan penguatan secara kelembagaan bagi FKUB.


"Dengan rakor bersama akan terbangun sinergitas yang semakin kuat dalam merawat kerukunan, menekan potensi konflik sosial berdimensi agama, memberikan rekomendasi dan mendorong peran generasi muda dalam menjaga kerukunan dan toleransi.” katanya.


Pemerintah kabupaten Klaten berkomitmen terus merawat kerukunan untuk mewujudkan suatu kondisi yang aman dan damai.


“Tanpa adanya kerukunan maka kedamaian tidak akan bermakna. Kedamaian tanpa kerukunan tidak akan tahan lama” katanya.


Oleh karena itu bupati memandang penting bagi semuanya untuk memelihara kerukunan dengan sinergi seluruh elemen dengan beberapa program yang bisa menjadi instrumen dalam meningkatkan kerukunan.


Pembahasan dalam Rakor ini masih tentang berbagai isu terkait kerukunan umat beragama, termasuk penyampaian hasil Silatnas FKUB yang disampaikan tim dari FKUB Provinsi Jawa Tengah dengan moderator Ir. Sunarso wakil ketua FKUB Kabupaten Klaten tentang pentingnya dialog antar umat beragama, pengelolaan konflik, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi.


"Hasilnya diharapkan bisa menjadi acuan bagi FKUB se Solo Raya dalam meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama di wilayah Solo Raya" kata Sunarso.


Dr. Hj. R. Umi Baroroh, S Ag.M.Ag mewakili FKUB Provinsi Jawa Tengah menyampaikan ajakannya kepada seluruh tokoh lintas agama di Soloraya tentang komitnen menjaga kerukunan.


"Saya mengajak seluruh umat beragama untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kerukunan dan toleransi, dengan harapan, masyarakat se Solo Raya dapat menjadi contoh pembangunan kerukunan dan harmoni antar umat beragama di masyarakat,” katanya.


Rakor yang dihadiri pengurus FKUB Se-Solo Raya serta forkopimda terkait, Kepala Kesbangpol dan Kakankemenag se Solo Raya dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.


Usai acara Rakor dilaksanakan dengan acara ramah tamah semua tokoh lintas agama yang hadir sebelum mereka kembali ke daerahnya masing-masing. ( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama