![]() |
| Bupati Hamenang foto bersama pemain, para sponsor, PSSI hingga tim official PSIK. |
KLATEN — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo meresmikan tim inti PSIK Klaten Jawa Tengah yang akan berlaga di Liga 4 Jawa Tengah musim tanding 2025/2026.
Peluncuran tim yang dijuluki Harimau Merapi pada Rabu malam (17/12-25) di gedung Paripurna DPRD Klaten, ditandai dengan pengenalan para pemain serta pengenalan jersi (kostum) baru PSIK yang akan digunakan dalam setiap pertandingan baik laga kandang maupun tandang.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM berharap besar kepada tim sepakbola asli Kota Bersinar tersebut, di musim ini, PSIK Klaten dapat lolos di kancah nasional setelah mengarungi laga di tingkat Jawa Tengah.
Berbagai daya upaya terus dilakukan Pemerintah Daerah dalam "menghidupkan" kembali PSIK dari tidur lamanya, agar bisa berprestasi seperti dulu lagi. Mulai dari berbagai terobosan agar banyak sponsor yang mau masuk serta perbaikan sarana dan prasarana pertandingan, dalama hal ini perbaikan stadion Trikoyo sesuai standar yang ditentukan.
" Kita terus berusaha sekuat tenaga agar PSIK Klaten bisa maju dan berkiprah di level nasional. Pertama kita lakukan pembenahan pada lapangan dan stadionnya, terus berusaha mencari pihak sponsor yang mau berpartisipasi. Maka harapan kami mewakili seluruh masyarakat Klaten, pada liga besok Klaten mampu bermain maksimal memberi hasil terbaiknya dan bisa masuk di level Nasional", harapnya.
Kepada seluruh masyarakat Klaten dan suporter tim, dirinya meminta agara pada tanggal 22 Desember nanti berbondong bondong datang ke Stadion Trikoyo Klaten untuk menyaksikan laga pertama PSIK di Liga 4.
"Ibarat Pelatnas, waktu persiapan tim kita sangat mepet. Namun keterbatasan waktu dan persiapan jangan sampai mematahkan semangat untuk memenangkan setiap pertandingan yang dilalui. PSIK harus bangkit dan sudah saatnya Klaten bermain di level nasional", harapnya bersemangat.
Sementara itu dua veteran mantan pemain PSIK di era tahun 1980an yang hadir berharap pemain PSIK Klaten saat ini yang sudah sangat dimanjakan dengan berbagai fasilitas bisa membawa Klaten ke kancah Nasional, mengikuti jejak prestasi yang pernah diraih tahun 1983.
Menurut Dwi Purwanto mantan striker PSIK tahun 1983 yang juga kapten kesebelasan prestasi terbaik PSIK diraih pada tahun 1983, dimana saat ini Klaten yang sudah masuk di devisi I PSSI, nyaris lolos main ke Senayan.
Namun langkah tersebut terhenti karena harus menerima kekalahan baik dalam laga tandang dan kandang dengan PSIS Semarang, yang saat itu diperkuat pemain pemain topnya seperti Kasiyadi, Puri Haryadi, Kasiyadi, Jujuk Arif Basuki, Joko Yugianto dll.
Melengkapi pernyataan sang kapten kesebelasan PSIK, Tegoeh Batavia mantan pemain PSIK tahun 1983 yang saat itu berposisi sebagai penjaga gawang, mengatakan apa yang disampaikan benar.
Artinya saat itu PSIK memang dalam performa terbaiknya. baik dari segi pemain dan prestasi. Masih menggunakan sistim rayon atau wilayah dalam pertandingan. Klaten menjadi salah satu Harimau yang ditakuti di Jawa Tengah
" Saat itu, kita memang lagi top topnya. Kita masih diatas daerah lain seperti Persiba bantul, Sleman, Solo, Wonogiri, Jogya, Rembang, Persibi Boyolali atau PersiSra Seragen", ujarnya.
Untuk memperebutkan tiket ke Senayan PSIK Klaten saat itu harus berhadapan dengan PSIS Semarang dan PS Cilacap, dengan sistem pertandangan tandang dana kandang. Namun dari 6 kali pertandingan Klaten harus puas diurutan kedua dan gagal lolos ke Senayan. Akhirnya yang lolos berangkat ke Senayan PSIS Semarang.
" Saat itu kita nyaris main ke Senanyan. Namun dewi Fortuna belum berpihak kekita. Dengan Semarang kita masih kalah satu tingkat dibawahnya. Tapi dengan keterebatasan sarana dan prasarana saat itu apa yang kita raih saat itu merupakan prestasi terbaik yang pernah ada", ujar Teguh.
Sebagai mantan pemain, dirinya berharap PSIK Klaten saat ini mampu berprestasi lebih baik dan bisa melanjutkan bahkan meningkatkan prestasi yang pernah di raih oleh para seniornya dulu.
Kepada pengurus PSIK yang baru dan mas Bupati Teguh meminta agar gairah sepak bola Klaten kembali digaungkan, dengan menghidupkan kembali kompetisi Club atau SSB yang setiap tahun.
Karena sepak bola Klaten dulu bisa berkembang, roda kompetisi tahunan antar Club yang bernaung dibawah PSIK berjalan dengan baik. Sehingga PSIK saat itu tidak pernah mendatangkan pemain dari luar daerah. Semua pemain cukup diambilkan dari masing masing Club, setelah melalui seleksi ketat.

