Seminar Teologi Online, Soroti Dimensi Yuridis-Kanonik Kerasulan Umat Beriman

Peserta seminar teologi dari paroki gereja maria Asumpta Klaten. Kamis, (4/12/2025). 


KLATEN -- Sebanyak 25 peserta mengikuti Seminar Teologi secara daring (online) yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana Malang.


Peserta dari Paroki Gereja Maria Asumpta Klaten mengikuti di panti paroki setempat. Kamis Petang (4/12/25). 


Seminar yang fokus membahas tema krusial, "Dimensi Yuridis-Kanonik Kerasulan Umat Beriman," menghadirkan Romo Doktor Daniel Ortega Galed, CM, sebagai pembicara utama.


Dalam paparannya, Romo Doktor Daniel Ortega menggarisbawahi perbedaan fundamental antara Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983 dengan pendahulunya, KHK 1917.


"KHK 1983 memandang Gereja sebagai Tubuh Kristus yang hidup, di mana setiap anggota, terlepas dari status klerus atau awam, memiliki martabat dan peran yang khas," jelas Romo Doktor Daniel. 


"Berbeda dengan KHK 1917 yang cenderung menekankan dikotomi, KHK 1983 secara tegas menjamin kesetaraan sejati dalam martabat dan tindakan bagi seluruh umat beriman."


Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pembaharuan ini merupakan buah dari Konsili Vatikan II. Hal ini sejalan dengan dokumen Lumen Gentium artikel 9, yang menekankan peran aktif dan setara kaum awam dalam kehidupan dan misi Gereja.


Dari perspektif hukum kanonik, Romo Doktor Daniel memilah kerasulan umat beriman menjadi dua bentuk: 

Kerasulan Pribadi: Wujud ungkapan iman yang bertumbuh dari kesaksian hidup Kristiani sehari-hari.

Kerasulan Bersama: Dilakukan melalui asosiasi atau lembaga kerasulan awam.


Sesi ditutup dengan diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para peserta, termasuk kelompok dari Klaten yang berperan sebagai pendengar aktif. 


Mereka berharap seminar ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mendalam mengenai peran dan hak-hak kaum awam dalam kerangka yuridis Gereja.


Acara seminar daring ini ditutup dengan doa dan berkat penutup oleh Romo Doktor Daniel Ortega, CM, yang diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan Gereja dan masyarakat luas.


Kontributor : Pardiman 

Editor : Benny

Lebih baru Lebih lama