KLATEN --- Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Klaten Tantyo Hatmono mengatakan bahwa adanya buku-buku bantuan dari Pusat Perbukuan Jakarta diharapkan dapat meningkatkan literasi warga masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat ( TBM ).
Hal itu disampaikan Tantyo Hatmanto saat menyalurkan bantuan buku-buku perpustakaan dari Pusat Perbukuan Jakarta di TBM Limasan Pustaka, Jumat ( 9/1/2026 ).
"FTBM Kabupaten Kĺaten belum lama ini menerima bantuan buku-buku perpustakaan dari Pusat Perbukuan Jakarta yang kemudian disalurkan ke sejumlah TBM di Klaten" katanya.
Menurut Tantyo Hatmono bantuan ini merupakan bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu tahun 2024.
"Tujuan bantuan ini adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan mengembangkan literasi di Kabupaten Klaten." katanya.
Dikatakan bahwa bantuan buku ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di Kabupaten Klaten.
"FTBM Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan literasi di wilayahnya" katanya.
Tidak kurang dari 11 Taman Bacaan Masyarakat ( TBM ) di Klaten mendapatkan bantuan buku-buku dari Pusat Perbukuan Jakarta.
Bantuan ini merupakan bagian dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu tahun 2024 yang tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan mengembangkan literasi di Kabupaten Klaten.
Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 judul/eksemplar buku melalui Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Klaten yang terus berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan literasi di wilayahnya.
Moch. Isnaeni, Pembina TBM Limasan Pustaka, mengungkapkan rasa senangnya menerima bantuan buku-buku dari Pusat Perbukuan Jakarta sekalipun jumlahnya masih sangat terbatas.
Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan mengembangkan literasi di Klaten, terutama di wilayah Tegalmulyo, Gergunung, Klaten Utara.
"Dengan adanya bantuan buku-buku ini, kami dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk membaca dan belajar," kata Moch. Isnaeni.
Menurutnya saat ini sejumlah TBM di Klaten menghadapi tantangan dengan adanya literasi digital yang saat ini sedang gencar-gencarnya melanda masyarakat.
"TBM di Klaten memang menghadapi tantangan besar dengan adanya literasi digital yang semakin gencar. Banyak masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, yang lebih tertarik dengan gadget dan media sosial daripada membaca buku." kata Isnaeni.
Menurutnya TBM harus beradaptasi dengan perubahan ini dan mencari cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
"Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam layanan perpustakaan, seperti menyediakan akses e-book, membuat akun media sosial, dan mengadakan workshop literasi digital." katanya.
Dengan demikian, TBM dapat tetap relevan dan menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda. ( *Moch.Isnaeni* )
