KLATEN --- Ketua Majelis Taklim Perempuan ( MTP ) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ( IPHI ) Kabupaten Klaten Hj. Istikomah, M,Pd mengatakan bahwa momen Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Hal itu disampaikan Istikomah saat memberikan tausiyah pada pengajian Ahad pagi Muhammadiyah Cabang Karangnongko Kabupaten Klaten, Minggu ( 18/1/2026 ) di MI Muhammadiyah Jagalan Karangnongko.
"Dengan berpuasa, berzakat, dan beramal sholeh, kita dapat meraih taqwa dan menjadi hamba Allah yang lebih baik. Semoga kita semua dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya" katanya.
Dikatakan bahwa ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Menyambutnya dengan gembira dan hati yang bersih akan membuat kita lebih siap untuk meningkatkan ibadah dan meraih pahala.
"Semoga kita semua dapat menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan hati yang ikhlas" ujarnya.
Bulan Ramadhan kata Istikomah tinggal 1 bulan lagi akan segera datang. Bulan yang penuh dengan kebaikan dan pahala. Bulan yang mengingatkan akan tujuan hidup di alam dunia yang penuh dengan cobaan.
"Bulan yang mengajak untuk kembali menata hati, mengasah nurani, menanam benih-benih ketaqwaan dan syukur kepada Rabb seru sekalian alam.
Bulan yang penuh dengan nuansa ibadah dan dzikir kepada Allah." ujarnya
Lebih lanjut dikatakan, ada 4 hal menjadi bekal yang harus disiapkan antara lain ilmu, amal, da`wah dan sabar, untuk menyambut bulan kebaikan ini.
"Ilmu tentang tuntunan Nabi Muhammad SAW. Beramal dengan tuntunan itu. Berda`wah mengajak manusia untuk kembali kepada ajaran-ajaran Islam. Dan bersabar dalam menjalani ajaran-ajaran Islam." katanya.
Dikatakan pentingnya ilmu tentang ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi Muhammad saw yang menguraikan tuntunan ibadah puasa hingga hari raya. Ilmu tentang hukum-hukum islam yang berkaitan dengan puasa, tarawih, zakat dan lain sebagainya.
"Ilmu ini akan bisa kita peroleh dengan menyimak keterangan para ulama, karya-karya mereka, arahan dan nasehat mereka untuk menyambut dan menjalani ibadah di bulan mulia." kata Istikomah.
Setelah mengetahui dan memahaminya dengan baik kata Istikomah perlunya berdoa kepada Allah agar bisa mengamalkan ilmu yang telah diketahui.
"Menunaikan amal ibadah sesuai dengan tuntunan dan ikhlas karena Allah. Beramal dengan penuh harapan akan pahala dari Allah dan keutamaan dari-Nya. Beramal dengan senantiasa menyadari bahwa kebaikan semuanya adalah ditangan Allah dan karunia dari-Nya, bukan semata-mata hasil jerih payah, kemampuan dan kekuatan kita." ujarnya.
Kemudian kata Istikomah apabila seorang telah berbekal diri dengan ilmu dan dalil, hendaklah dia mengajak manusia ke jalan Allah. Kembali kepada Al-qur`an dan Sunnah. Mengajak mereka dengan landasan ilmu dan keikhlasan.
"Mengajak mereka untuk berislam dan mengikuti tuntunan dengan penuh hikmah dan kesabaran. Dengan da`wah inilah, umat islam akan semakin mulia dan berjaya." katanya.
Apabila seseorang yang menginginkan kesuksesan dari usahanya hendaklah dia bersabar di atas jalan Islam.
"Bersabar dalam menjalankan ketaatan dan bersabar dalam menjauhi larangan-larangan, bersabar dalam menghadapi capek, panas, haus, lapar dan godaan nafsu ketika menunaikan ibadah Ramadhan" pungkasnya.
( *Moch.Isnaeni* )
