KLATEN --- Ketua Majelis Taklim Perempuan ( MTP ) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ( IPHI ) Kabupaten Klaten Hj. Istikomah, M.Pd, mengatakan bahwa adanya pengajian-pengajian ibu-ibu MTP IPHI Cabang/ tingkat Kecamatan menjadi sarana untuk merswat kemabruran haji.
Hal itu disampaikan Istikomah saat memberikan tausiyah pengajian ibu-ibu MTP IPHI se Kecamatan Delanggu Klaten di Gedung Grand Haji Delanggu, Sabtu ( 10/1/2026 ).
Istikomah menekankan pentingnya pengajian MTP sebagai sarana untuk meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan ibu-ibu jamaah haji.
"Dengan pengajian ini, diharapkan ibu-ibu jamaah haji dapat terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dalam berikhtiar merawat kemabruran haji" katanya.
Menurutnya pengajian MTP IPHI juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan ilmu agama, sehingga ibu-ibu jamaah haji dapat menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
"Kita berharap agar MTP IPHI dapat terus menjadi sarana untuk meningkatkan kemabruran haji dan kebersamaan umat Islam di Klaten dengan bersama-sama meningkatkan kualitas ibadah" katanya.
MTP IPHI kata Ustikomah menjadi sarana penting untuk membangun sikap penguatan kepedulian bagi kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.
"Dengan adanya pengajian dan kegiatan sosial, MTP IPHI dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian ibu-ibu jamaah haji untuk membantu mereka yang membutuhkan" ujarnya.
Melalui kegiatan bakti sosial, MTP IPHI dapat menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa, yatim piatu, dan masyarakat yang membutuhkan lainnya. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan memperkuat ikatan sosial di masyarakat.
"Kita semua berharap agar MTP IPHI dapat terus menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan umat Islam di Klaten dengan meningkatkan amal sholeh di masyarakat" terangnya.
Dikatakan bahwa pengajian MTP IPHI juga menjadi sarana penting untuk silaturahmi dengan ibu-ibu jamaah haji di setiap Cabang atau Kecamatan. Dengan demikian, dapat terjalin kebersamaan dan keakraban antara ibu-ibu jamaah haji, serta menjaga kemabruran haji mereka.
"Pengajian MTP IPHI diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, ilmu, dan doa bersama, sehingga ibu-ibu jamaah haji dapat terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT." katanya.
Hj. Istikomah, M.Pd, menekankan bahwa MTP IPHI perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan perempuan lainnya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di masyarakat.
"Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan masyarakat." katanya.
Kolaborasi ini kata Istikomah dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, seminar, dan kegiatan sosial lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan dan kesadaran perempuan.
"Dengan demikian, MTP IPHI dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Klaten." pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )
