![]() |
| Kepala Desa (Kades) Ponggok, Djunaedhi Mulyono (pakai peci), terpilih menjadi Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Periode 2026-2031. |
JAKARTA – Kepala Desa (Kades) Ponggok, Djunaedhi Mulyono, terpilih menjadi Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Periode 2026-2031. Joned, sapaan akrab Kades Ponggok, terpilih secara aklamatif dalam Musyawarah Nasional (Munas) DPP APDESi ke-5 di Jakarta, Kamis (29/1/2025).
Terpilihnya Kades Joned sebagai Ketua Umum APDESI Nasional tidak lepas dari prestasi dia memimpin selama tiga periode di Desa Ponggok. Dari sebelumnya tergolong desa tertinggal, Desa Ponggok pelan namun pasti sukses menjadi desa yang maju dan sejahtera. Pendapatan Asli Desa (PAD) mencapai kurang lebih Rp16 miliar per tahun. Aset BUMDes yang dikelola desa hingga kini telah berkisar senilai Rp30 miliar.
Kunci sukses Kades Ponggok adalah keberhasilannya menyulap sumber daya air yang melimpah di desanya menjadi destinasi dan kawasan wisata yang berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah. Salah satu sumber air yang paling terkenal adalah Umbul Ponggok, dengan wahana swafoto bawah air sebagai daya tarik unggulannya.
Program-program desa yang dijalankan pun terhitung sukses. Salah satunya, yang paling tersohor adalah program “Satu Keluarga Satu Mahasiswa” di Desa Ponggok. Hingga kini, Desa Ponggok masih terus menjadi lokasi tujuan para perwakilan desa-desa dari berbagai penjuru tanah air, untuk belajar tentang tata kelola pemerintahan dan penataan sumber daya desa.
“Sebenarnya, investasi desa paling penting adalah pendidikan. Itulah kenapa program satu keluarga satu mahasiswa wajib terlaksana di Desa Ponggok,” tegas Kades Ponggok, Djunaedi Mulyono, dalam sambutannya saat berlangsung proses pemilihan Ketua Umum dalam Munas APDESI ke-5 yang digelar di hallroom Swissbelt Hotel, Kalibata, Jakarta, Kamis malam (29/1/2026).
Ditambahkan Joned, setiap mahasiswa dari Desa Ponggok akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp500 ribu per bulan untuk biaya pendidikan mereka. Hasil investasi pendidikan inilah yang kemudian mencetak sumber daya manusia (SDM) Desa Ponggok yang relatif unggul dan kompeten untuk pengembangan dan pembangunan desa lebih lanjut.
“Ketersediaan SDM yang unggul dan kompeten di desa saat ini menjadi sangat penting. Terlebih, dalam mendukung penuh program strategis nasional Kopdes Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). APDESI ke depan harus bisa menjadi tulang punggung keberhasilan program Asta Cita Presiden Prabowo tersebut,” demikian Kades Ponggok menyimpulkan. Sepertinya, penguasaan konsep dan kebijakan pembangunan desa yang ditawarkan Kades Ponggok inilah yang menyebabkan dirinya terpilih secara aklamatif.
Munas APDESI Dihadiri Menko Pangan
Secara terjadwal, Munas APDESI V digelar mulai 28-30 Januari 2026. Peserta munas adalah 37 Dewan Pengurus Daerah (DPD) APDESI dari seluruh propinsi di Indonesia. Pra munas dilaksanakan Rabu, 28 Januari 2026. Selanjutnya, pembukaan munas digelar di Kantor Kementerian Desa (Kemendes), Kamis pagi hingga siang, 29 Januari 2026. Hari terakhir, dijadwalkan agenda penyusunan program dari kepengurusan APDESI yang baru, dilanjut penutupan munas, Jumat, 30 Januari 2026.
Dalam sambutannya di acara pembukaan Munas APDESI V, Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan), Zulfikli Hasan (Zulhas), tampak hadir dan memberikan sejumlah arahan. Sebagai menko pangan, Zulhas menekankan perjuangan dan cita-cita pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Dan, percepatan pembangunan swasembada pangan.
“Kedaulatan pangan dan swasembada harus diwujudkan hingga tingkat desa. APDESI sebagai organisasi kepala desa memegang peranan besar untuk menyentuh kebutuhan rakyat paling dasar tersebut,” tegas Zulhas.
Sementara, Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto, dalam sambutannya mengungkapkan, pemerintahan desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Program-program pemerintah pusat tidak akan berjalan tanpa energi positif dan optimalisasi dari para penyelenggara pemerintahan di tingkat desa. Untuk itu, Mendes Yandri mengaku sangat menyambut positif keberadaan APDESI.
“Saya siap 24 jam untuk APDESI. Di munas kali ini, tidak ada kubu-kubuan. Tidak ada yang menang dan kalah. Semua mesti guyub dan kompak untuk program ke depan yang lebih baik,” begitu Mendes Yandri sedikit menyinggung suksesi tampuk kepemimpinan di APDESI.
Selain Menko Pangan dan Mendes, agenda pembukaan Munas APDESI V juga dihadiri Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Fariha, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), La Ode Ahmad, dan Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Novrizal Tahar.
Ketum APDESI Terpilih Aklamatif
Sebagai agenda utama munas, diselenggarakan proses pemilihan ketua umum (ketum) yang baru untuk periode 2026-2031. Ada dua kandidat yang bersaing. Ketua DPD APDESI Kalimantan Timur, yang sekaligus Sekretaris DPP APDESI, Sumali. Dan, Kepala Desa Ponggok, Djunaedi Mulyono. Sidang munas APDESI untuk menentukan siapa ketua umum selanjutnya dipimpin Ketua DPD APDESI Jawa Timur, yang sekaligus menjabat Dewan Pengarah Munas APDESI V, Sunan Bukhori.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Ketua Umum DPP APDESI Periode 2021-2026, Surta Wijaya menjelaskan, mekanisme pemilihan ketua umum diselenggarakan secara voting. Namun, diharapkan terlaksana secara musyawarah agar lebih elegan.
“Benar bilangnya pak Menteri (Mendes Yandri) tadi, desa jangan sampai terpecah belah. Dengan musyawarah mufakat, pemilihan kali ini justru harus bisa mempersatukan,” kata Surta.
Setelah melalui dinamika pemilihan yang demokratis, akhirnya terpilih Kepala Desa (Kades) Ponggok, Djunaedi Mulyono, secara aklamatif. Seluruh Ketua DPD APDESI yang memiliki hak suara sepakat memilih Kades Ponggok sebagai Ketua Umum APDESI yang baru. Demikian pun secara legowo, kandidat satunya, Sumali juga memberikan dukungan penuh kepada Kades Ponggok Juned untuk memimpin APDESI selama lima tahun ke depan.
Sementara, selama sidang munas pemilihan ketum APDESI, Mendes Yandri Susanto menyempatkan hadir dan mengikuti jalannya sidang. Selesai sidang dengan terpilihnya ketum yang baru, Mendes Yandri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya Munas APDESI ke-5 yang berjalan sukses dan lancar.
“Terutama, terimakasih kepada dua calon yang telah berbesar hati demi kebersamaan organisasi APDESI ke depan. Saya berharap, hasil munas yang sangat luar biasa ini tetap dijaga energinya. Sehingga APDESI sebagai ujung tombak pembangunan benar-benar menjadi andalan Kemendes dan terutama andalan pemerintahan Bapak Presiden Prabowo,” tegas Mendes Yandri.
Di akhir acara, Ketua Umum APDESI terpilih, Djunaedi Mulyono menceritakan, agenda munas kali ini demikian luar biasa. APDESI adalah gerbong yang sangat besar, yang mewadahi desa-desa di seluruh Indonesia. Semua kepala desa yang hadir dalam munas dipastikan memiliki motivasi dan tujuan untuk memajukan desanya.
“Kami dengan gerbong ini nanti akan mengajak kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah desa, dan lembaga pemerintahan lain yang berkaitan dengan desa, untuk bersama-sama mengembangkan program-program desa yang sudah berjalan. Bagaimana mengembangkan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), salah satunya yang mesti menjadi prioritas kerja kita para kepala desa,” tandas Kades Ponggok. (End)

