Syamsuddin Asyrofi : Keragaman Budaya Menjadi Pusat Edukasi Kerukunan dan Harmoni Kehidupan.



PEMATANG SIANTAR --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi menyempatksn diri mampir dan melihat keragaman pusat edukasi kerukunan dan harmoni di Pematang Siantar, Simalungun, Medan, yang sangat menarik. 


Hal itu dilakukan Syamsuddin Asyrofi saat berkunjung ke Medan untuk mengetahui lebih lanjut terkait pusat edukasi kerukunan dan harmoni kehidupan di Pematang Siantar, Selasa ( 20/1/2026 ).


Salah satu contohnya Syamsuddin Asyrofi ditemani istrinya melihat Museum Simalungun, yang tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang memungkinkan pengunjung mempelajari sejarah dan budaya Simalungun.


"Museum ini memiliki koleksi yang beragam, termasuk artefak prasejarah, peralatan rumah tangga, dan kerajinan tangan tradisional." katanya. 


Selain itu kata Syamsuddin museum ini juga memanfaatkan teknologi modern untuk menyajikan informasi yang lebih interaktif dan menarik bagi pengunjung.


"Keragaman budaya di Pematang Siantar juga tercermin dalam kehidupan masyarakatnya, yang terdiri dari berbagai etnis dan agama." ungkapnya.


Adanya keragaman ini kata Syamsuddin Asyrofi menunjukkan bahwa kerukunan dan harmoni dapat tercipta meskipun ada perbedaan budaya dan agama" ujarnya.


Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun di Sumatera Utara dikenal sebagai wilayah dengan tingkat toleransi tinggi, di mana kerukunan antarumat beragama dijaga melalui berbagai lembaga dan pendekatan sosial budaya. 


Sejumlah tempat nenjadi pusat edukasi dan perwujudan kerukunan di wilayah tersebut diantaranya kantor Forum Kerukunan Umat 

Beragama (FKUB) Pematang Siantar & Simalungun dimana

FKUB adalah lembaga utama yang berperan sebagai pusat edukasi, mediator, dan fasilitator dalam memelihara toleransi. 


Pengurus FKUB Kabupaten Simalungun periode 2025-2030 baru saja dikukuhkan untuk memperkuat harmoni, kebhinekaan, dan moderasi beragama.


Persulukan Serambi Babussalam (Simalungun)

Terletak di Kecamatan Hatonduhan, tempat ini sering disebut sebagai salah satu contoh nyata kehidupan toleransi yang tinggi di Kabupaten Simalungun.


Vihara Avalokitesvara (Pematang Siantar)

Vihara ini merupakan salah satu simbol kerukunan dengan patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara (22,8 meter), yang menjadi destinasi wisata religi untuk belajar tentang toleransi di Siantar.


Panti Asuhan Islamic Center (Simalungun)


Panti asuhan di Jl. Asahan, Simalungun ini sering menjadi simbol toleransi dan kepedulian sosial yang melintasi batas agama di wilayah Simalungun-Siantar.


HKBP Nommensen Pematangsiantar (Kampus)

Kampus ini menjadi pusat pendidikan yang mengajarkan kerukunan dalam keberagaman, berlokasi di tengah kota Pematang Siantar.


Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pematang Siantar/Simalungun

Kemenag aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi moderasi beragama kepada generasi muda dan masyarakat lintas agama. 


Karakteristik Kerukunan di Siantar-Simalungun:

Toleransi Akar Rumput: Masjid dan gereja yang berdiri berdampingan serta kekerabatan marga yang kental antar etnis menjadi dasar harmoni sosial.


Kota Toleran: Pematang Siantar tercatat sebagai salah satu kota toleran di Indonesia, sering mengadakan dialog kerukunan untuk menjaga pemilu damai dan kerukunan umat. 


Pusat-pusat ini bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengimplementasikan moderasi beragama melalui dialog dan sinergi lintas agama. ( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama