Cecep Agus Supriyanta : Agama Bukan Faktor Utama Penyebab Adanya Konflik Sosial



BEKASI --- Cecep Agus Supriyanta, SH, M,Si dari Asdep Koordinasi Kesatuan Bangsa-Kemenko Polkam mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Indonesia bukan sepenuhnya di sebabkan oleh terjadinya konflik horizontal atau agama, namun lebih karena kepentingan politik, ekonomi, perbedaan sosial budaya, juga kemajuan IT dan transformasi juga berperan memicu terjadinya konflik di masyarakat.


Hal itu disampaikan Cecep Agus Supriyanta saat menyampaikan paparannya pada acara Rakornas FKUB dan Pemerintah di Avenzel hotel & Convention Cibubur Bekasi, Rabu ( 4/2/2026 ).


Menurutnya dampak yang dimungkinkan muncul akibat dari adanya dinamika sosial-politik diakui memiliki potensi adanya konflik sosial berdinensi agama.


"Oleh karenanya FKUB diharapkan mampu meningkatkan perannya di masyarakat menguatkan persatuan bangsa dan harmoni sosial dengan memberikan pengetahuan, pemahaman serta pendidikan yang baik kepada masyarakat dalam merawat kerukunan, menjaga suasana yang kondusif di masyarakat " katanya.


Apa yang di lakukan FKUB saat ini kata Cecep Agus Supriyanta adalah salah satu bentuk peran FKUB dalam menguatkan persatuan bangsa dan harmoni sosial. 


"Jangan sampai FKUB ini perannya hanya sebagai pemadam kebakaran, hanya digunakan sast diperlukan " ujarnya.


Dijelaskan bahwa terjadinya konflik dapat disebabkan oleh dua faktor, faktor pertama adalah non keagamaan yang di dalamnya memuat, kepentingan politik, ekonomi, perbedaan sosial budaya, juga kemajuan IT dan transformasi.


Faktor kedua kata Cecep adalah agama yang meliputi, kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama, mudah terprovokasi, luasnya wilayah dan terbatasnya SDM juga kurangnya toleransi.


"Anggota dan pengurus FKUB disemua tingkatan diminta agar terus mengkampanyekan pentingnya merawat kerukunan agar bebas dari konflik kepentingan serta tetap memegang teguh sikap ketokohan sebagai panutan masyarakat,  menjadi pedoman berperilaku (code of conduct) dalam menyikapi secara aktif setiap perkembangan di lingkungannya" katanya..


Senada dengan Cecep ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi disela-sela mengikuti Rakornas mengatakan bahwa penyebab konflik itu sebenarnya bukan konflik karena agama, namun lebih karena kepentingan politik, dimana kepentingan ini menyeret – nyeret agama, dan yang kedua adalah kepentingan ekonomi.


 "Penguatan dalam bidang agama tentu menjadi pusat perhatian bersama, pembangunan dalam bidang agama harus lebih di utamakan, agar masyarakat beragama tidak mudah terprovokasi atas sebuah kepentingan satu golongan.

"katanya.


Syamsuddin mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan faktor terpenting dalam mewujudkan persatuan nasional, dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 


"Semestinya dengan hal ini pemerintah tidak tanggung – tanggung membantu memfasilitasi dalam berikhtiar menciptakan kerukunan bila kerukunan itu dianggap penting. Namun hingga saat ini kalau berbicara pembangunan keagamaan seolah olah itu bukan pembangunan" pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama