Syamsuddin Asyrofi : Ramadhan Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Penguatan Kerukunan



KLATEN --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa merupakan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan umat Islam serta dapat menguatkan kerukunan.


Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai memberikan tausiyah dalam acara silaturahmi Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa serta Kepala Desa dan Forkompincam se Kecamatan Gantiwarnp , Kamis ( 26/2/2026 ).


Menurutnya Ibadah ini menghadirkan ruang refleksi yang mendalam untuk memperbaiki diri sekaligus memperluas kepedulian terhadap sesama.


"Secara spiritual, puasa melatih kejujuran dan integritas. Tidak ada yang benar-benar mengetahui apakah seseorang berpuasa dengan sempurna selain dirinya dan Allah SWT. " katanya. 


Dikatakan bahwa puasa menjadi ibadah yang membentuk kesadaran batin, mengajarkan pengendalian diri, serta membangun tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.


"Selain dimensi personal, puasa juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi pengingat akan kondisi saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan." ujarnya.


Pengalaman tersebut menurut Syamsuddin dapat menumbuhkan empati yang lebih nyata, bukan sekadar rasa iba, tetapi dorongan untuk mengambil peran dalam membantu meringankan beban mereka.


"Momentum Ramadhan sering kali disertai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dhuafa, baik dalam hal pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui puasa seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kepedulian sosial." katanya.


Dikatakan puasa yang dijalani dengan kesadaran penuh akan melahirkan aksi nyata dalam bentuk sedekah, zakat, maupun kontribusi sosial lainnya.


"Sebagai pengurus FKUB kami terus mengajak kepada masyarakat untuk menjadikan puasa sebagai titik awal transformasi diri dan sosial. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat kerukunan di masyarakat" katanya.


Sementara itu Camat Gantiwarno Klaten V. Retno Setyaningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui berbagai program Ramadhan, berupaya memastikan bahwa semangat berbagi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret. 


"Dukungan dan partisipasi masyarakat melalui peran-peran tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat menjadi kunci agar manfaat puasa dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh mereka yang berada dalam kondisi rentan." katanya.


Puasa kata Camat pada akhirnya bukan hanya ibadah ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Ketika nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial tumbuh kuat dalam diri umat, maka Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan yang menghadirkan keberkahan bagi semua." katanya.


Ketua PKUB Kecamatan Gantiwarno Klaten Rusdi Santosa menguatkan bahwa sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial di bulan suci, masyarakat dapat mengambil kesempat untuk berbagi dengan menyalurkan zakat, infak, dan shodaqohnya melalui lembaga- lembaga penerima zakat , infaq dan shodaqoh yang ada.


"Dana yang dihimpun tentu akan dikelola secara amanah oleh lembaga-lembaga tersebut dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan." katanya. ( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama