Klaten kasihinfo.com - Terkait ditemukannya beberapa kasus campak di Klaten serta adanya penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit campak di Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan Klaten Jawa Tengah, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM, memerintahkan Dinas Kesehatan untuk secepatnya melakukan ORI (outbreak respon immunization) yaitu pemberian imunisasi pada anak.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati usai mengikuti acara buka puasa bersama yang diadakan DPC PDIP Klaten, di Kelurahan Buntalan Klaten Tengah, Klaten Sabtu Sore ( 15/03-26).
” Saya sudah memerintahkan kepala Dinas Kesehatan, untuk segera melakukan kegiatan pemberian vaksin kepada anak anak sambil menunggu surat serta droping vaksin campak dari Dinas Kesehatan Propinsi, agar penyakit ini dapat segera ditangani dengan cepat”, ujarnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, selain pemberian vaksin campak, dirinya juga memerintahkan kepada Dinas kesehatan untuk segera melakukan koordinasi dengan seluruh Puskesmas yang ada termasuk rumah sakit, agar masalah ini secepatnya bisa ditangani dan tidak jatuh korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten telah menetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) menyusul ditemukannya dua kasus penderita Campak di desa Kebondalem Lor, kecamatan Prambanan beberapa waktu.
Penetapan KLB dilakukan karena munculnya Campak di desa tersebut kuat dugaan karena ada hubungannya dengan epidimiologi. Sehingga memang perlu penanganan serta penelusuran lebih jauh.
Sementara secara kesuluruhan ada 4 kasus temuan Campak di Klaten. Yakni 2 kasus di Kebondalem Lor, Prambanan. Sedang 2 kasus lainnya ditemukan di kecamatan Delanggu dan Wonosari. Namun di dua tempat tersebut tidak ditetapkan KLB karena berdiri sendiri sendiri.
Dengan adanya temuana tersebut Kepala Dinas Kesehatan Klaten dr Anggit Budhiarto MM.MM, telah memerintahkan untuk segera dilakukan ORI (outbreak respon immunization) yakni pemberian vaksin atau imunisasi pada anak balita usia 9 bulan hingga 59 bulan.
Pelaksanaan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Klaten. namun karena keterbatasan vaksin, untuk tahap awal imunisasi dilakukan di wilayah wilayah tertentu yang dianggap rawan terhadap menjangkitnya penyakit tersebut.
” Sambil menunggu kiriman vaksin dari Dinas Kesehatan Propinsi, kita menggunakan vaksin yang ada dulu untuk pemberian imunisasi bagi anak anak usia 9 bulan sapai 59 bulan. Stok ketersediaan vaksin kita sangat terbatas. maka kita lakukan di wilayah wilayah yang kita anggap rawan terhadap penyakit tersebut”, ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). dr hanung Sasmito W. M.Si menjelaskan, Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Genus Morbillivirus.
Penyakit ini sering menyerang anak atau siapa saja yang tidak memiliki imunitas atau belum divaksin. Gejala awal Campak biasa 3-4 hari sebelum ruam terlihat.
Bagi anak yang terkena Campak biasanya akan mengalami demam tinggi melebihi 30 derajat celsius dan bisa naik secara tiba tiba. selain itu gejala juga dibarengi, batuk kering hidung meler (umbelen), dan mata merah berair berlebih (konjungtivitis).
” Biasanya tanda tanda anak terkena campak akan muncul setelah 10 hari setelah inveksi. Anak akan mengalami demam tinggi, batuk kering, pilek dan mata berair serta sakit tenggorokan. Disusul muncul ruam bintik merah yang diawali dari belakang telinga wajah dan keseluruh tubuh”, Terang Hanung.
