80 Tahun TNI AU, Komandan Lanud Adi Soemarmo Ajak Anggota Mengabdi Tanpa Batas

 

Komandan lanud Adi Soemarmo Solo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi saat periksa pasukan dalam upaya HUT TNI AU ke-80 di lapangan dirgantara Adi Soemarmo. Kamis,(9/4/2026).

Karanganyar – Sebagai puncak peringatan hari ulang tahun TNI Angkatan Udara yang ke-80, diselenggarakan Upacara Militer di lapangan dirgantara Adi Soemarmo. Kamis,(9/4/2026).


Upacara militer dipimpin oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi. Pelaksanaan upacara juga bersamaan secara langsung (daring) dengan upacara dari Jakarta yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.


Dalam amanatnya, kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan, TNI Angkatan Udara berada dalam fase akselerasi pembangunan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam setiap langkah.


Kehadiran alutsista generasi baru, penguatan organisasi, serta pengembangan doktrin menuntut peningkatan profesionalisme yang semakin tinggi. Namun, kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia yang mengawakinya.


“ Oleh karena itu, selain penguasaan teknologi, kesiapan harus mencakup peningkatan kompetensi personel, yang disertai dukungan infrastruktur agar setiap sistem dapat dioperasionalkan secara optimal dan berkelanjutan, jelasnya.



Lanjut dalam amanatnya, akselerasi tersebut bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan upaya memastikan seluruh kekuatan udara bekerja secara utuh, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional.


Di sisi lain, dinamika global yang semakin kompleks berdampak pada berbagai aspek, termasuk rantai pasok dan ketersediaan energi. Kondisi tersebut menuntut efisiensi dalam pengelolaan sumber daya tanpa mengurangi kesiapan operasional.


“ Oleh karena itu, kita harus mampu beradaptasi agar TNI Angkatan Udara tetap relevan dan AMPUH,” tegas Kepala Staf Mohamad Tonny Harjono.


Karakter peperangan pun terus berkembang, mencakup dimensi siber, elektromagnetik, serta informasi dan kognitif. Hal ini menuntut kesiapan yang lebih menyeluruh, tidak hanya secara teknis, tetapi juga dalam kapasitas intelektual, ketajaman analisis, dan ketangguhan mental prajurit.


Inovasi harus terus didorong, dengan tetap menjadikan keselamatan dan disiplin sebagai landasan utama. Ke depan, tantangan juga datang dari potensi bencana hidrometeorologi yang menuntut kecepatan dan ketepatan respons.


“ Dalam konteks ini, TNI Angkatan Udara harus mampu bertindak semakin cepat, hadir semakin dekat, dan memberikan dampak yang semakin tepat sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung Indonesia Maju,” pungkasnya.


Sedangkan usai melaksanakan upacara komandan pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi mengatakan, sesuai dengan slogan pengabdian tanpa batas TNI ampuh untuk indonesia maju, delapan dekade ini TNI angkatan udara tetap melaksanakan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, mendukung pemerintah mengisi pembangunan dan turut serta membantu mensejahterakan masyarakat


“ Pagi ini, kita Lanud Adi Soemarmo Solo beserta jajaran, setukpa Wingdik 400/Matukjur dan Pradipta Nusantara melaksanakan upacara hari ulang tahun TNI yang ke 80, dengan slogan pengabdian tanpa batas TNI ampuh untuk Indonesia maju. Dalam dekade ini TNI angkatan Udara tetap melaksanakan perjuangan alam mengisi kemerdekaan, mendukung pemerintah, mengisi pembangunan urut serta membantu mensejahterakan masyarakat," kata Ndan Lanud.


Henri Ahmad Badawi menambahkan, sebagai rangkaian HUT TNI AU, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, seperti kegiatan bakti sosial, kegiatan donor darah, kemudian ziarah di taman makam pahlawan dan puncaknya upacara militer kali ini.


“ Kita berharap dengan HUT TNI AU ke 80 ini, TNI angkatan Udara semakin profesional, ampuh, Adaptif, Modern dan unggul dan humanis dalam mendukung pemerintah Indonesia maju,” pungkasnya. (HRD)


Lebih baru Lebih lama