Pemerintah Kabupaten Klaten Bertekad Rampungkan Rehab RTLH Secepatnya



Klaten kasihinfo.com - Guna memberikan dan menjamin layanan pemukiman/papan yang layak huni bagi warganya, Pemerintah Kabupaten Klaten Jawa Tengah Terus melakukan berbagai terobosan guna melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH).


Komitemen tersebut sebagai langkah nyata pemerintah Kabupaten dalam upaya mengentaskan angka kemiskinan sekaligus peningkatan perekonomian rakyat, dimana hingga saat ini di Klaten masih ada sekitar 8000 rumah tidak layak huni yang masih ditempati dan harus segera di rehab.


Kepala Dinas Disperwaskim Muh. Anwar Shodiq, S.E., ST., M.T, melalui Kepala Bidang Pemukiman dan pertanahan Waris Handoyo S.IP.MAP menjelaskan hingga saat ini di Klaten masih ada sekitar 8000 unit rumah tidak layak huni yang masih harus dibantu.


Untuk itu Perwaskim selakau Dinas yang membidangi pada tahun anggaran 2026 ini, kembali akan melakukan hibah rehab RTLH sekitar 1300 unit rumah. Angka ini meningkat dibanding jumlah tahaun lalu yakani 1.1193 unit rumah yang berhasil direhab.


” Sesuai arahan mas Bupati, untuk tahun ini kita mentargetkan hibah perbaikan rehab rumah RTLH sekitar 1300. Angka ini memang juah lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 1.193. Ini adalah salah bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Klaten dalam upaya pemenuhan papan layak huni dan sehat bagi warganya”, ujar Waris saat ditemui wartawan diruang kerjanya Kamis ( 02/04-26).


Lebih lanjut Waris menjelaskan untuk tahun 2026 ini pemerintah kabupaten Klaten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,750.000 dari dana APBD Kabupaten Klaten guna merehab 250 RTLH yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.


Seperti syarat terdahulu mereka yang akan mendapat bantuan rehab RTLH harus memenuhi beberapa persayaratan seperti, masyarakat berpenghasilan rendah, memiliki KTP Klaten dan sudah berkeleuarga, memiliki hak atas tanah (sertifikat), serta rumah yang benar benar tidak sehat seperti, masih berdinding gedek, atau tembok tidak berotot, lantai lanah serta lainnya.


Bantuan rehab rumah tidak layak huni lainnya diperkirakan juga akan diterima Pemerintah kabupaten Klaten dari berbagai sumber atau dinas lain.


Misalnya bantuan dari propinsi Jawa Tengah yang sekitar 300 hingga 400 unit, bantuan pemerintah pusat sekitar 250 hingga 300 unit dalam setiap tahun.


Jumlah tersebut masih ditambah adanya peran serta Baznas, baaik dari Baznas Propinsi atau kabupaten yang selalu memberikaan bantuan dana rehab RTLH di kisaran 125 unit.


Untuk tahaun ini diperkirakan Baznas Kabupaten Klaten akan ikut membantu perbaikan rumah tidak layak huni sekitar 100 hingga 150 unit rumah, yang biasanya akan dilakukan antara bulan Agustus hingga Desember. Sedaang Baznas Propinsi sekitar 20 hingga 25 unit rumah.


” Saat ini semua proses administrasi masih berjalan. Kita harapkan semua program ini berjalan sesuai rencana. Baik bantuan dari Pemerintah pusat, propinsi, baznas serta sumber lain”. ujarnya.


Sedang sumber lain yang diharapkan ikut berpartisipasi dalam program RTLH menurut Waris antara lain, Bank Klaten, Bank jateng serta Perusda Air Minum Tirta Merapi, Aqua dan lainnya melalui program CSR nya.


Program pemberian atau pemihakan bantuan rehab rumah tidal layak huni (RTLH) di Klaten tiap tahun menang terus digenjot, dengan melibatkan dan mengoptimalkan semua potensi yang ada.


Mengutip keinginan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melalui keterangan Kepala Bidang Pemukiman dan pertanahan Waris Handoyo S.IP.MAP, Bupati ingin rehab rumah tidak layak huni dapat diselesaikan secepat mungkin.


Hal ini nuntuk memastikan semua warga Klaten hidup dan bertempat tinggal dirumah yang sehat dan layak huni. sehingga mereka bisa hidup lebih sehat dan sejahtera.


Terkait masih adanya sisa rumah RTLH di Klaten yang masih harus direhab dengan jumlah prosentase yang tiap tahun terus mengalami penurunan, Waris mengatakan, Bupati menegaskan akan merampungkan semua sisa RTLH di Klaten di priode pertama dirinya menjabat sebagai Bupati Klaten.


” Saat itu beliau dengan tegas mengatakan, akan merampungkan sisa rehab RTLH di 5 tahun kepimpinannya. Seluruh sisa rumah yang belum direhab harus sudah selesai, sebelum masa jabatanya sebagai Bupati di priode berakhir”, ujarnya.


Sementra Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam berbagai kesempatan saat menyerahkan bantuan hibah RTLH, selalu mengatakan akan terus berusaha mewujudkan rumah atau papan tempat tinggal yang layak bagi warga yang sat ini masih tinggal di rumah tidak sehat dan tidak layak huni.


Komitemen tersebut diwujudkan dengan hadirnya pemerintah kabupaten Klaten yang terus meningkatkan pemihakan bantuan hibah bagi program RTLH di Klaten setiap tahun.


Bupati ingin kedepan tidak ada lagi RTLH di Klaten. Semua warga Klaten hidup dan bertempat tinggal dirumah yang sehat dan layak huni.


” Kami ingin semua warga Klaten hidup dan bertempat tinggal dirumah yang layak dan sehat. Untuk itu semoga program RTLH ini bisa diterima, bermanfaat dan bisa membantu warga untuk lebih giat bekerja guna meningkatkan ekonomi keluarga”,


Jumlah RTLH di Klaten tiap tahunnya memang terus mengalami penurunan secara siginifikan. Ini membuktikan program bantuan dana hibah RTLH di Klaten berjalan sesuai progres yang telah ditentukan.


Hadirnya Pemerintah Kabupaten Klaten dibawah kepemimpinan Bupati Hamenang dalam mengentaskan berbagai persosalan di Klaten, termasuk masalah sosial, bukan sekedar wacana.


Hal ini dapat dilihat dari jumlah RTLH di Klaten yang setiap tahaun mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan pada tahun 2027 atau 2028 jumlah RTLH yanag diperkirakan tinggal 5000 unit, akan segera dirapungkan pengerjaanya oleh Bupati, sebelum masa kepepimimpannya sebagai Bupati priode pertama berakhir.


 

Lebih baru Lebih lama