![]() |
| PWM Jawa Tengah laksanakan silaturahmi dan Turun ke Bawah (Turba) ke PDM Klaten di Aula Gedung Sierad PD Muhammadiyah Klaten , Kamis (17/4/2026). |
KLATEN --- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah aktif mengadakan silaturahmi turba (turun ke bawah) ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di berbagai kabupaten/kota.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, akselerasi program strategis, penguatan ideologi, serta penguatan gerakan dakwah dan lembaga seperti MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) dan KMM ( Korp Mubaligh Muhammadiyah ) di tingkat Daerah.
Turba ini merupakan agenda rutin PWM Jateng untuk memastikan program kerja berjalan selaras dari tingkat wilayah hingga ke cabang dan ranting.
PWM Jawa Tengah juga melaksanakan silaturahmi dan Turun ke Bawah (Turba) ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten di Aula Gedung Sierad PD Muhammadiyah Klaten , Kamis (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan gerakan Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern (MPM) sekaligus percepatan program strategis di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah dari tingkat wilayah hingga ranting. Dari PWM Jawa Tengah hadir Wakil Ketua Prof.Dr.H.Muhammad Abdul Fattah Santosa, M,Ag dan Sekertaris PWM Dodok Sartono, SE,MM Sementara dari PDM Klaten hadir jajaran pleno PDM Klaten, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ketua PDM Klaten Iskak Sulistyo dalam sambutan pengantarnya memaparkan sejumlah program dan kegiatan yang telah dijalankan serta rencana strategis ke depan. Salah satunya adalah kegiatan pengajian tarjih setiap 2 pekan sekali yang dihadiri tidak kurang dari 7.000 orang dan sejumlah kegiatan unggulan lainnya.
“Kami sangat berterima kadih atas pembinaan dari PWM dengan silaturahmi tyrba kali ini dan kita implementasikan hasil turba ini dalam perjalanan PDM Klaten ke depan” katanya.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof.Dr.H.Muhammad Abdul Fattah Santoso, M,Ag menyampaikan tiga syarat utama untuk dapat menuju Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern, yakni adanya keseriusan, ketulusan, dan menjaga adab.
"Penting dengan profesionalitas dalam mengelola amal usaha serta menjaga suasana organisasi yang kondusif, oleh karena itu setiap kritik harus dibangun di atas data, bukan prasangka." katanya.
Menurutnya jika ada persoalan hendaknya dibicarakan di luar rumah dan kritik hendaknya berbasis data, bukan prasangka.
Fattah mengingatkan agar Muhammadiyah tidak terjebak pada angan-angan semata, melainkan membangun kesungguhan dalam setiap langkah, bahwa semangat penggalangan dana saat bencana perlu pula dihadirkan untuk mendukung pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Sementara itu Sekertaris PWM Dodok Sartono nenyampaikan bahwa saat ini PWM menargetkan 12.000 anggota KMM dan Penguatan Tiga Pilar
arah gerakan Muhammadiyah pasca-Muktamar ke-48 melalui konsep MPM: maju melawan stagnan, profesional melawan amatir, dan modern melawan tradisional.
Dodok juga memaparkan target besar PWM Jawa Tengah, yakni pembentukan 12.000 Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) sebagai bagian dari penguatan tiga pilar utama: Jami’yah, Jamaah, dan Jariyah.
Pada aspek Jami’yah, Muhammadiyah didorong memperkuat manajemen organisasi yang mandiri dan modern. Pada aspek Jamaah, penguatan diarahkan pada basis jamaah di tingkat cabang dan ranting, termasuk optimalisasi peran masjid dan KMM. Adapun pada aspek Jariyah, Muhammadiyah didorong membangun amal usaha unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi melalui industrialisasi. ( *Moch.Isnaeni* )
