Usung konsep Seni Lingkungan, Belasan Seniman Klaten Gelar Biennale Klaten 4

 


Klaten- Sebagai rangkaian peringatan hari kartini dan hari bumi, belasan seniman di Klaten Jawa Tengah menggelar event biennale 4 dengan mengusung tema seni lingkungan.


Event dengan tema tak gendong, menceritakan bagaimana perempuan berperan penting dalam merawat lingkungan dan mengelola sampah rumah tangga dengan memilah sampah dari rumah.


Event biennale klaten 4 tahun 2026 yang mengusung konsep environmental art (seni lingkungan), digelar di ruang publik Lima Benua di dukuh Geritan, desa Belangwetan, kecamatan Klaten utara, Klaten.


Biennale yang mengangkat tema “tak gendong the power of women” ini secara resmi dibuka oleh staf khusus menteri kebudayaan bidang media dan komunikasi publik muhammad asrian mirza.


Penyelenggara biennale, Temanku lima benua menyampaikan, Biennale klaten 4 2026 ini memadukan 5 maestro seniman klasik dan 5 maestro seniman kontemporer, serta 4 ahli tata kelola yang mengharmonisasi desain yang berorientasi pada penggabungan kemewahan, detail rumit dan nuansa elegan dari gaya tradisional dengan kesederhanaan garis karakter, tekstur yang bersih, serta fungsional modern.


Perempuan yang akrab disapa liben ini menjelaskan, “tak gendong” mencerminkan filosofi tanggung jawab, beban dan kekuatan yang selaras dalam konteks lingkungan.


“ Bagaimana perempuan berperan penting dalam merawat lingkungan (menggendong beban ekologis) dan mengelola sampah rumah tangga dengan memilah sampah dari rumah,” katanya.


Ia menambahkan, gelaran biennale klaten 4 ini ingin merespon isu lingkungan yang santer digaungkan terkait dengan perubahan iklim dan pemanasan global serta pelaku seni dan budaya.


Sedang staf khusus menteri kebudayaan bidang media dan komunikasi publik, Muhammad Asrian Mirza menyambut baik biennale klaten 4 yang diinisiasi liben dan kawan-kawannya tersebut.


“ Liben dan kawan-kawan ini adalah salah satu penerima dana indonesiana /dana abadi dari pemerintah. Sana itu disalurkan lewat kementerian kebudayaan.


Liben menerima dana ini, dan mereka langsung berkarya. Dana ini untuk siapa saja. Bukan hanya untuk segelintir orang,” terangnya.


Asrian mengatakan, tujuan Dana Indonesiana ini untuk memberikan bantuan kepada seniman atau siapa saja yang membutuhkan dana untuk berkarya. Baik itu seni tari, seni musik, atau mereka yang perlu bantuan untuk berkarya keluar.


“Tahun 2026 ini penerimanya 2400 orang lebih, dari 7000 orang lebih pendaftar. Jadi, monggo kita manfaatkan dana ini. Mari berkarya dengan kemampuan masing-masing,” tuturnya.


Sementara itu Dosen ISI Yogyakarta Prof M Dwi Maryanto mengapresiasi upaya Liben yang ingin membawa kembali para seniman, lalu menghidupkan kembali para seniman lokal. Karena banyak seniman dari daerah ini yang berkarya ke Jogja, Solo, Semarang dan tidak pulang. (*)


Lebih baru Lebih lama