H. Sukiyat : Mobil Esemka Menaikkan Reputasi Jokowi Hingga Jadi Presiden

Pemilik Bengkel Kiat Motor asal Klaten H. Sukiyat


KLATEN --- Pemilik Bengkel Kiat Motor sekaligus tokoh fenomenal asal Klaten H. Sukiyat akhirnya buka suara. Ia mengatakan bahwa keberadaan Mobil Esemka saat kemunculannya telah menaikkan reputasi Joko Widodo (Jokowi) dari Wali Kota Surakarta nenjadi Gubernur DKI hingga menjadi Presiden RI dua periode.


Hal itu disampaikan Sukiyat saat menjawab pertanyaan Aiman Wicaksana dalam acara Rakyat Bersuara melalui video Call di iNewsTV, Selasa ( 5/5/2026 ).


"Mobil jenis SUV hasil rakitan siswa SMK N 1 Trucuk Klaten dengan Kiat Motor saat itu digunakan sebagai mobil dinas Jokowi ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo antara tahun 2005 hingga 2012 yang kemudian mengantarkannya menjadi Gubernur DKI dan presiden RI.


Menurut Sukiyat poin penting terkait mobil Esemka dan dampaknya terhadap karier Jokowi diantaranya sebagai

simbol nasionalisme dan meningkatkan popularitas Jokowi menjelang kontestasi pemilihan Gubernur dan Presiden. 


"Penggunaan mobil Esemka yang semula bernama mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas pada tahun 2012 berhasil menaikkan popularitas Jokowi, yang saat itu dicitrakan sebagai pemimpin peduli produk lokal dan inovasi SMK." katanya.


Dikatakan isu mobil Esemka ini diakui memicu popularitas Jokowi sebagai tokoh nasional dan menyokong reputasinya dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta hingga presiden RI.


"Proyek Esemka awalnya merupakan proyek transfer ilmu bagi siswa SMK N 1 Trucuk berkolaborasi dengan Kiat Motor sebagai percontohan mobil yang dirakit oleh siswa SMK di Klaten." ujarnya.


Meskipun sempat menuai kontroversi, Jokowi diketahui pernah meresmikan pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali pada September 2019 yang pada perkembangan selanjutnya mobil tersebut sempat menjadi perbincangan, bahkan dikaitkan dengan munculnya kasus wanprestasi pada tahun 2025 yang lalu.


Dikatakan bahwa mobil Esemka diakui telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan reputasi dan popularitas Joko Widodo (Jokowi) di kancah nasional, terutama pada awal karier politiknya di luar Solo, namun demikian nasib Sukiyat sebagai inisiator dan penggagas mobil Esemka yang digadang-gadang jadi mobil Nasional ini hilang dari peredaran dan ditinggalkan begitu saja.


Penggunaan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas Walikota Solo pada tahun 2012 berhasil menarik perhatian media nasional dan publik yang kemudian membawa nama Jokowi naik daun.


Peluang ini dinilai sebagai awal strategi untuk pencitraan yang efektif, membantu mengangkat reputasi nama Jokowi dari tingkat lokal ke kancah nasional.


Mobil Esemka kemudian dipromosikan sebagai karya anak bangsa (hasil rakitan siswa SMK), sehingga memunculkan citra Jokowi sebagai pemimpin yang inovatif, mendukung industri lokal, dan berpihak pada produk dalam negeri.


Popularitas dari isu mobil Esemka ini dinilai banyak pihak menjadi salah satu faktor pendukung yang memuluskan jalan Jokowi untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.


Inilah kontribusi H. Sukiyat terbesar mengantarkan Jokowi saat itu hingga mencapai puncak prestasinya sebagai Presiden RI dua periode sekalipun kemudian dilupakan dan hilang dari peredaran seiring dengan berjalannya waktu.


Bahkan setelah menjabat Presiden, Jokowi terus menunjukkan dukungannya dengan meresmikan pabrik Esemka pada September 2019 dan menyatakan dukungannya terhadap industri otomotif nasional, sebagaimana dilansir dalam siaran pers di situs Presiden RI.


Jokowi sempat memuji produksi mobil Esemka, menyebutnya sebagai produk yang berkualitas meskipun dalam perjalanannya terdapat polemik politik, tak dapat dipungkiri bahwa narasi mobil Esemka telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan karier politik Jokowi yang tidak bisa dipisahkan dengan nama H. Sukiyat.


"Format peta politik tahun 2029 akan mengalami perubahan total dan tidak bisa dianggap enteng" kata Sukiyat. ( *Moch.Isnaeni * )

Lebih baru Lebih lama