![]() |
| Rapat koordinasi pengumpul Zakat (UPZ) dan evaluasi kinerja pengelolaan ZIS tahun 2025 dan pengelolaan ZIS tahun 2026. Selasa,(12/05/2026). |
Klaten (kasihinfo.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten, menggelar rapat koordinasi pengumpul Zakat (UPZ) dalam rangka evaluasi kinerja pengelolaan ZIS tahun 2025 dan pengelolaan ZIS tahun 2026. Selasa, (12/05/2026) di pendopo Pemkab Klaten.
Turut hadir dalam rapat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo beserta jajaran, Ketua Baznas Klaten beserta jajaran dan para pengumpul Zakat di kabupaten Klaten.
Ketua Baznas Klaten, Drs. KH. Muchlis Hudaf mengatakan, kegiatan rapat serta evaluasi kinerja pengelolaan ZIS dilakukan dalam rangka untuk evaluasi tahun 2025 sekaligus estimasi tahun 2026.
Ini perlu dilakukan mengingat pasca adanya Surat Edaran(SE) Bupati, belum ada perubahan yang signifikan. Nampaknya belum ada kesadaran penuh dari masyarakat Klaten.
” Sebenarnya kalau melihat potensi ASN di Kabupaten Klaten seharusnya mendapatkan 37 Milyar dalam satu tahun dan setidaknya realisasinya sekitar 29 Milyar pertahun. Tapi ternyata baru 2,6 Milyar, jadi kemana yang 25 M. Nah ini yang menjadi kegelisahan kami,” katanya.
![]() |
| Ketua Baznas Klaten, Drs. KH. Muchlis Hudaf (kiri) |
Baznas Klaten berharap, semua pihak merasa hal tersebut menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam di kabupaten Klaten.
” Sekali lagi kami berharap semuanya ada rasa peduli untuk meningkatkan kesadaranya, menyalurkan zakatnya sesuai dengan aturan dan syar'i pada BAZNAS, karena BAZNAS satu-satunya lembaga pemerintah yang dipercaya untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat,” jelasnya.
Ketua Baznas menambahkan, dana zakat yang terkumpul sebelumnya sudah diperuntukkan bagi banyak program. Seperti diperuntukkan fakir miskin, untuk kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, sosial, termasuk khitan masal, ada RTLH, jambanisasi, dan lain sebagainya. Muchlis Hudaf menegaskan jika perolehan zakat bisa signifikan maka manfaatnya luar biasa.
Sedangkan terkait pemberian penghargaan kepada pengumpul zakat yang dilakukan bersamaan dalam rakor tersebut, menjadi sebuah penghargaan dan sebagai motivasi agar lebih bersemangat dalam melakukan pengumpulan zakat.
Sedangkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam rangka menyelesaikan permasalahan dan mensejahterakan masyarakat oleh pemkab Klaten, salah satunya bekerjasama dengan BAZNAS melalui unit pengumpul zakat.
” Sehingga adanya BAZNAS membantu pemerintah kabupaten Klaten menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Seperti kata pepatah " tangan kanannya APBD, tangan kirinya BAZNAS", maka atas kesepakatan bersama, tahun lalu kami membuat surat edaran agar terjadi optimalisasi dengan pengumpulan zakat di kabupaten Klaten,” kata Bupati Hamenang.
Hamenang manambahkan, jika pasca adanya surat edaran tersebut, angkanya sudah mulai naik tapi belum optimal, sehingga diperlukan rapat koordinasi dan adanya evaluasi sehingga kedepan dalam rangka pengumpulan zakat lebih optimal.
” Saya melihat sendiri, berbagai macam program yang dilakukan BAZNAS ini luar biasa. Harapan kami, dari OPD dan stakeholder mengalami peningkatan. Sehingga dana yang terkumpul di BAZNAS jadi lebih optimal, dan bisa membantu permasalahan yang dialami oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (HRD)

