![]() |
| Tim pemeran ketoprak foto bersama tamu undangan setelah selesai pentas. Kamis,(7/5/2026). |
Klaten (kasihinfo.com) – Guna mengajak dan meningkatkan rasa cinta pelajar terhadap seni budaya, SMKN 1 Gantiwarno Klaten menggelar pementasan seni ketoprak yang diperankan oleh para pelajar sekolah setempat.
Pentas ketoprak dilakukan di panggung pertunjukkan yang berada di kompleks sekolah. Kamis, (7/5/2026).
Kepala SMKN 1 Gantiwarno atau sering disingkat SMKNESAGA, Endri Yunanta Besar, S.Pd., M.Pd. mengatakan, dengan mencintai SENI adalah Cara Terbaik untuk menjaga Ketangguhan budaya.
“ Kami mempersembahkan kethoprak pelajar, sebagai bentuk dedikasi terhadap budaya nusantara serta implementasi UU pemajuan kebudayaan tahun 2017. Sekolah ikut andil besar dalam melaksanakan amanah negara,” katanya.
![]() |
| Kepala SMKN 1 Gantiwarno Endri Yunanta Besar, S.Pd., M.Pd. |
Pementasan ketoprak tersebut sebagai pembelajaran kokurikuler di SMKN 1 Gantiwarno dengan tujuan melaksanakan dimensi profil lulusan, diantaranya keimanan, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi,kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
“ Seni ketoprak dipilih karena untuk mencintai budaya lokal, kearifan lokal terutama di Jawa, khususnya di Klaten dengan tujuan melestarikan seni budaya yang hampir tidak banyak diminati anak muda dan kita ingin menumbuhkan kecintaan akan seni di kalangan siswa siswi setempat,” pungkasnya.
Pentas ketoprak kali ini ada lima karya dari siswa siswi yaitu, kelas sepuluh TKR B & dengan membawakan lakon Rara Kembang Sore. Kemudian yang kedua kelas sepuluh DPB A & B dengan membawakan lakon Kejamnya Ibu tiri. Untuk yang ketika kelas sepuluh TKJ A & B dengan membawakan lakon Singasari. Untuk tim ke empat dari kelas sepuluh DKV A & B dengan membawakan lakon Ramayana dan tim ke lima dari kelas sepuluh TKR A & C dengan membawakan lakon Cinde Laras.
Sedangkan guru seni SMKN 1 Gantiwarno, Kristiaji mengatakan, karya tahun ke 4 ini sebagai wujud mengedukasi dan bentuk regenerasi seni ketoprak di kalangan Pelajar. Langkah komitmen dan konsistensi sekolah untuk mengajari dan mendidik melalui Pembelajaran Berbasis Proyek (Kokuriluker) tema Kearifan Lokal judul “Cintai Seni, Tangguh Budayaku”.
“ Dari Project ini anak anak kami Mampu mengeksplorasi, mengolaborasi pemahaman untuk mencoba kemudian berkarya hingga melakukan High Order thingking dengan mencipta karya kethoprak pelajar SMKN 1 Gantiwarno. Kegiatan ini juga sebagai Sumbang sih Kado terbaik untuk Memperingati Hardiknas 2026,” katanya.
Nur Rahma, salah satu siswi pemeran utama dengan lakon Rara Kembang Sore, mengaku sedikit grogi saat melakukan pementasan ketoprak tersebut dengan membawakan lakon Rara Kembang sore.
“ Sebelumnya sempat grogi pak, dan saya sebagai Rara Kembang sore. Saya sempat grogi karena baru pertama kali pentas dan masih bingung bagaimana nantinya. Dan ternyata setelah pentas usai saya merasa senang karena pementasan sukses. Saya merasa bangga bisa pentas dan ikut melestarikan seni budaya ketoprak,” kata Nur Rahma.
Hal yang sama diungkapkan oleh Afifah Putri Ariani, walaupun sempet merasa grogi, ia merasa bangga berhasil mementaskan ketoprak dengan lakon Cinde Laras.
“ Walaupun sempet grogi saya merasa bangga, karena bisa ikut melestarikan seni budaya ketoprak. Persiapan yang saya lakukan sejak 3 bulan yang lalu, karena saya juga baru pertama kali pentas ketoprak,” ungkap Afifah. (HRD)


