![]() |
| Pelaksanaan khitan massal Baznas Klaten di komplek masjid raya Klaten. Kamis,(25/06/2026). |
Klaten kasihinfo.com – Liburan sekolah, ratusan anak di Klaten Jawa Tengah mengikuti kegiatan Khitan Massal di komplet masjid Raya Klaten. Kamis,(25/06/2026).
Ketua Baznas Klaten, KH Muchlis Hudaf, menyampaikan total 219 anak mengikuti khitanan massal kali ini. Dana terkumpul Rp131.560.000 dari berbagai pihak, mulai ASN, BUMD, dinas vertikal, TNI-Polri, perusahaan swasta, hingga masyarakat umum Kabupaten Klaten.
“ Kegiatan khitanan massal perdana di tahun 2026 ini sudah menjadi giat rutin yang selalu dilaksanakan oleh Baznas Klaten dua kali dalam setahun. Untuk kali ini ada 219 anak dan melebihi dari yang ditargetkan yaitu sekitar 200 anak,” ujar KH Muchlis Hudaf.
Muklis Hudaf menambahkan, Setiap anak peserta mendapatkan paket lengkap berupa biaya tindakan medis senilai Rp300.000, baju koko, kopiah, sarung, uang saku Rp100.000, dan sertifikat. Baznas menggandeng tenaga medis dari 3 rumah sakit: RS Batas Waras, RSUD Dr. Suraji Tirtonegoro, dan RSU Islam Klaten.
KH Muchlis juga mengapresiasi para donatur yang berpartisipasi, Total donasi yang masuk Rp16.500.000. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para donatur. Zakatmu sungguh berharga, membuat kami bahagia. Walau awalnya sedikit, lama-lama menjadi bukit,” ungkapnya.
Ia berharap Baznas Klaten terus mendapat kepercayaan masyarakat agar perolehan zakat infak sedekah semakin meningkat. Tujuannya untuk mengurangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Klaten.
Pemkab klaten mengapresiasi atas pelaksanaan khitan massal oleh baznas klaten saat memasuki libur sekolah tersebut. Mewakili Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, PJ sekda Klaten Jaka Purwanto mengajak seluruh ASN untuk memberikan zakat kepada Baznas Klaten, mengingat kegiatan sosial Baznas Klaten begitu banyak, salah satunya khitan massal yang rutin dilaksanakan.
“ Pemkab Klaten mengucapkan terimakasih kepada Baznas Klaten, atas kegiatan yang membantu meringankan beban warga masyarakat khususnya bagi warga kurang mampu untuk melakukan khitan anak mereka,” kata Jaka.
Peserta khitan mengaku senang bisa ikut pelaksanaan khitan massal tersebut. Awalnya mereka merasa takut, tapi setelah khitan, mereka merasa lega, karena rasa sakit saat dikhitan tidak seperti yang mereka bayangkan. Terlebih usai dikhitan mereka mendapatkan uang saku, sarung hingga baju dan kopiah.
“ awalnya takut pak, namun akhirnya saya memberanikan diri untuk dikhitan. Ini pas liburan sekolah ,sekalian mengisi liburan dengan ikut khitan bersama ini,” kata Bisma salah satu peserta khitan.
Hal yang sama diungkapkan Latif, 12 tahun, warga Karangdowo. Ia datang ke lokasi juga atas kemauannya sendiri.
“Awalnya takut, tapi memberanikan diri untuk mengikuti khitanan massal,” katanya. (HRD)

