Klaten kasihinfo.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengajak masyarakat untuk cepat tanggap mendeteksi gejala campak yang kemungkinan ada sekitarnya.
Ajakan Gubernur tersebut disampaikan langsung dihadapan ibu ibu dan tamu undangan saat meninjau pelaksanaan imunisasi campak serentak, ORI ( Outbreak Response Immunization), di Puskesmas Klaten Tengah Rabu (08/04-26).
Kegiatan Gubernur tersebut merupakan rangkaian kerjanya keliling beberapa kabupaten, karena dihari yang bersamaan ada 6 Kabupaten di Jawa Tengah yang melaksanakan kegiatan ORI serempak.
Didampingi Bupati Klaten Hamenang Wajar ismoyo serta kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budhiarto MM.MR, Gubernur mengingatkan agar warga segera memeriksakan atau membawa kerumah sakit atau Puskesmas, jika ada anggota keluarganya mengalami sakit dengan tanda tanda terkena campak.
Untuk itu dirinya meminta kepada orang tua dan ibu muda yang memiliki anak balita untuk segera membawa putra putrinya mengikuti program vaksinasi campak. Atau membawa anaknya ke Puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin campak.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klateen dr Anggit Budhiarto MM.MR menjelaskan, hingga awal bulan April 2026, pelaksanaan ORi di Klaten sudah mencapai lebih dari 95 persen.
Dari jumlah anak yang disasar yakni 53.204 anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, hingga pekan pertama bulan April sudah tervaksin lebih dari 47.880 anak. Pelaksanaan ORI sendiri dilakukan menyusul status KLB Campak yang terjadi di kecamatan Prambanan beberapa waktu lalu.
Diharapkan sisa sekitar 5 persen yang belum divaksin, akan selesai dalam beberapa hari kedepan. Terkait kendala dilapangan, Anggit menjelaskan secara medis tidak ada kendala. namun diakui di beberapa tempat ada orang tua yang tidak membolehkan anaknya divaksin.
” Secara medis dan kinerja, pelaksanaan ORI di 401 desa seluruh Klaten, berjalan lancar tanpa kendala. Memang ada beberapa orang tua di beberapa desa yang melarang anaknya divaksin. Namun jumlahnya tidak banyak”, ujar Anggit.
Beberapa waktu lalu Klaten dinyatakan KLB Campak menyusul ditemukannya 4 kasus campak yang ada di kecamatan Prambanan, Wonosari dan Delanggu. 2 Kasus di desa kebondalem Lor dana dinyatakan KLB serta 1 kasus di kecamatan Wonosari dan 1 di kecamatan Delanggu.
