Lindungi Rahim Kehidupan, WKRI Klaten Serukan Aksi Nyata Stop Kekerasan Ibu dan Anak

 

WKRI cabang Klaten serukan gerakan masif untuk menghentikan segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Klaten.


Klaten kasihinfo.com — Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Pengurus Cabang Kabupaten Klaten menyerukan gerakan masif untuk menghentikan segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Klaten.


Komitmen tegas ini menjadi sorotan utama dalam Rapat Pleno Ketiga yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten, Jalan Veteran, Minggu (19/7/2026), yang juga bertepatan dengan momentum HUT WKRI ke-102.


Di hadapan sekitar 125 lebih pengurus cabang dan perwakilan dari ranting se-Kabupaten Klaten, organisasi wanita ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap ibu dan anak tidak bisa lagi ditunda. Semangat ini tertuang dalam tema besar mereka: "Melanjutkan langkah harapan, merawat rahim kehidupan demi mewujudkan perempuan berdaya dan anak terlindungi. Stop kekerasan pada anak."


Hadir pula dalam acara tersebut memberikan dukungan penuh, Penyelenggara Katolik Kemenag Klaten, Didi (Eselon IV).


*Menembus "Fenomena Gunung Es" Kekerasan Domestik*


Ketua WKRI Pengurus Cabang Kabupaten Klaten, Christiana Sri Andayani, menyoroti bahwa ancaman kekerasan terhadap kaum ibu dan anak saat ini sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Ia mengibaratkan kondisi di lapangan seperti fenomena gunung es—kasus yang tersembunyi jauh lebih besar daripada yang dilaporkan.

Banyak korban dari kalangan ibu rumah tangga memilih bungkam karena adanya tembok tebal berupa trauma psikologis, ancaman pelaku, hingga ketergantungan ekonomi yang tinggi.


Kekhawatiran ini diperkuat oleh data dari Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia ( Spekham ) Surakarta yang dipaparkan oleh sang narasumber, Nila Ayu Puspaningrum. Lonjakan kasus, terutama kekerasan seksual pada anak di Klaten, menunjukkan tren yang terus meningkat.


"Pada tahun 2024, tercatat ada 36 kasus kekerasan anak di Kabupaten Klaten. Sementara untuk tahun 2025, per bulan Juni saja angkanya sudah menyentuh 25 kasus," ungkap Nila Ayu Puspaningrum, sembari menekankan pentingnya agresivitas dalam pelaporan dan penanganan kasus.


Tiga Strategi WKRI Memutus Mata Rantai Kekerasan

Untuk menekan angka kekerasan ini, WKRI Cabang Klaten tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan tim terpadu kabupaten (Kepolisian, Dinas Pendidikan, dan BP3AKB), tetapi juga meluncurkan tiga pilar gerakan dari akar rumput:


*Pemberdayaan Ekonomi Ibu (UMKM): WKRI fokus mendorong kemandirian finansial kaum perempuan melalui usaha mikro (seperti warung kelontong atau dagang sayur). Jika seorang ibu mandiri secara ekonomi, mereka memiliki kedaulatan lebih tinggi untuk mengambil keputusan hidup dan keluar dari lingkaran kekerasan domestik.


*Benteng Edukasi Keluarga: Memposisikan ibu sebagai detektor dan pelindung pertama anak di rumah, yang peka terhadap perubahan perilaku anak dan tanggap mencegah kekerasan sejak dini.


*Kesiapan Pranikah yang Matang: Membekali calon orang tua dengan bimbingan mental dan iman yang kokoh agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan siap menghadapi tantangan zaman digital.


Rapat pleno yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan kaum perempuan dan anak-anak di Klaten, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah hangat antar anggota

Lebih baru Lebih lama