LKP Yurina Erbe Barokah Dorong Masyarakat Ubah Bahan Sederhana Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yurina Erbe Barokah di Krajan, Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten saat beri pelatihan kepada peserta.


Klaten kasihinfo.com – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yurina Erbe Barokah di Krajan, Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, terus berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan.


Lembaga yang didirikan pada 2014 oleh Dra. Rubiyem, pensiunan SMK Negeri 3 Klaten, tersebut kini telah mengantongi akreditasi A. LKP Yurina Erbe Barokah membuka pelatihan keterampilan, terutama bidang Tata Boga dan Tata Busana, dengan materi yang disesuaikan kebutuhan peserta.


Rubiyem mengatakan, peserta diberikan keleluasaan menentukan materi yang ingin dipelajari. Khusus Tata Boga, peserta dapat mempelajari berbagai jenis olahan, mulai dari kue Nusantara dan mancanegara, lauk-pauk, continental food, dessert, main course, hingga pastry.


"Kami tidak membatasi. Peserta mau belajar lima menu atau tiga menu tetap kami layani. Bahkan ada sistem les privat, mereka bisa menentukan sendiri menu yang ingin dipelajari. Insya Allah semua bisa kami fasilitasi," ujar Rubiyem, Kamis (13/8/2026).


Menurutnya, salah satu keunggulan pelatihan di LKP Yurina Erbe Barokah adalah mengajarkan peserta mengolah bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk makanan yang memiliki nilai jual.


Rubiyem mencontohkan pengolahan ubi ungu menjadi kue pai. Bahan yang relatif murah tersebut dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi jauh lebih tinggi setelah melalui proses pengolahan.


"Contohnya hari ini kami membuat kue pai ubi ungu. Ubi ungu satu kilogram hanya sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000, tetapi setelah diolah bisa menghasilkan nilai ratusan ribu rupiah. Bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kita angkat menjadi makanan dengan nilai ekonomis 10 sampai 50 kali lipat," jelasnya.


Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya LKP Yurina Erbe Barokah membekali peserta tidak hanya dengan kemampuan teknis memasak, tetapi juga jiwa kewirausahaan. Peserta diharapkan mampu melihat potensi usaha dari bahan pangan yang tersedia di sekitar mereka.


Rubiyem menambahkan, saat ini LKP Yurina Erbe Barokah membina sekitar 120 peserta yang terbagi dalam empat gelombang. Setiap gelombang diikuti 30 peserta yang kemudian dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing beranggotakan lima orang.


Dengan pola pembelajaran yang fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan peserta, LKP Yurina Erbe Barokah diharapkan terus menjadi wadah peningkatan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Klaten.

( Wiwit )

Lebih baru Lebih lama