Musim Kemarau, Kasatpol PP Klaten Ajak Warga Siap siaga Terhadap Kebakaran

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Joko Hendrawan.


Klaten kasihinfo.com – Musim kemarau, menjadi perhatian khusus bagi pemkab Klaten dalam kesiapsiagaan kejadian kebakaran. Hal ini mengingat kejadian kebakaran yang terjadi di wilayah kabupaten Klaten akhir-akhir ini mengalami peningkatan.


Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, Joko Hendrawan mengatakan, dari awal tahun hingga bulan Agustus ini, sudah ada sekitar 175 kejadian kebakaran, baik itu kebakaran rumah, hutan maupun lahan kosong serta TPA sampah. 


“ Sejak bulan Januari hingga bulan Agustus ini sudah ada sekitar 175 kejadian kebakaran. Yang paling banyak kebakaran lahan kosong, mengingat masih banyak lahan kosong yang kebetulan rumput dan pepohonan mulai mengering akibat musim kemarau,” katanya.


Joko Hendrawan menambahkan kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api lebih mudah menyebar, terutama ketika masyarakat melakukan pembakaran di lahan terbuka. 


“ Saya menghimbau untuk tidak membakar lahan-lahan kosong. Kemudian ketika membakar sampah harus ditungguin hingga api benar-benar mati. Ini juga sering terjadi penyebab rumah terbakar, yaitu dihimbau untuk ibu-ibu jika hendak meninggalkan rumah, harus memastikan kompor atau tunggu dalam keadaan mati,” imbuh Kasatpol PP Klaten tersebut.


Damkar turut memetakan wilayah rawan berdasarkan angka kejadian kebakaran tahun sebelumnya. Sejumlah kecamatan tercatat memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi, di antaranya Klaten Utara, Ceper, Juwiring, Pedan dan Trucuk.


Selain penanganan, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan dan simulasi kepada masyarakat. Edukasi juga menyasar sekolah, perusahaan, rumah sakit, pemerintah kecamatan, unsur TNI hingga masyarakat melalui kegiatan mahasiswa KKN.


Joko Hendrawan menekankan pentingnya kesiapan masyarakat melakukan penanganan awal saat api masih kecil. Pelatihan dan simulasi diperlukan agar warga tidak panik dan memahami metode pemadaman yang tepat.


Di sisi lain, pelayanan Damkar untuk kondisi darurat tidak dipungut biaya. Masyarakat tidak dikenai biaya atas air, armada maupun personel yang diterjunkan dalam penanganan kebakaran.


Kesiapsiagaan selama musim kemarau tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat.


Lebih baru Lebih lama