![]() |
| Panitia pelaksana Estafet Tunas Kelapa tahun 2026 saat foto bersama usai jumpa pers di kantor Kwarcab Gerakan Pramuka Klaten. Jumat,(28/8/2026). |
Klaten kasihinfo.com – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Klaten menggelar kegiatan, Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Klaten Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga bagian dari rangkaian ETK Kwartir Daerah Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dengan tema "Pramuka Berkontribusi Nyata dalam Membangun Peradaban Bangsa".
Hal tersebut disampaikan oleh ketua panitia ETK Puspo Enggar Hastuti didampingi sejumlah panitia Anik Ariastuti, Hadi Susanto dan Zainal Abidin, dalam pelaksanaan Jumpa pers di kantor Kwarcab Gerakan Pramuka Klaten.
Ketua panitia pelaksana Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Klaten Tahun 2026, Puspo Enggar Hastuti menjelaskan, sehari sebelum pelaksanaan ETK, akan dilaksanakan etape khusus, pada tanggal 1 September 2026, yaitu Penerimaan ETK dari Kwarcab Sukoharjo berlokasi di SD Nagulan Cawah perbatasan Kwarcab Sukoharjo – Kwarran Cawas Klaten.
Kemudian pada tanggal 2 September 2026, akan dimulai pelaksanaan ETK dengan mengambil start tart dari Sanggar Bakti Nasional Gerakan Pramuka (SBNGP) Kwarcab Klaten menuju GOR Gelarsena (Kwarran Klaten Tengah – Klaten Utara).
Kemudian disambung oleh etape dua yaitu dari GOR Gelarsena menuju Lapangan Mayungan (Kwarran Klaten Utara – Ngawen). Selanjutnya etape 3 dari lapangan Mayungan menuju SDN 2 Jurangjero (Kwarran Ngawen – Karanganom).
Etape 4, dari SDN 2 Jurangjero menuju Kantor Desa Ponggok (Kwarran Karanganom – Polanharjo). Untuk etape 5, dari kantor Desa Ponggok menuju titik penyerahan Kwarcab Boyolali yang berlokasi di Pancingan 100 Polanharjo (perbatasan Klaten-Boyolali).
Puspo menjelaskan, tujuan pelaksanaan ETK Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Klaten Tahun 2026 untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan persaudaraan antar anggota Gerakan Pramuka.
“ Selain itu memasyarakatkan Gerakan Pramuka serta meningkatkan citra positif organisasi di tengah masyarakat. Sekaligus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.
Puspo menambahkan , kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mendorong kepedulian sosial melalui aksi bakti masyarakat serta meningkatkan prestasi Kwarcab Klaten. Dan tidak lupa, membumikan pramuka di kota seribu air yaitu kabupaten klaten.
Pelaksanaan jumlah anggota per Etape nantinya sekitar 61 orang Pramuka dengan formasi filosofis 17–9–3–14–8–10. Selain itu juga akan ditambah pasukan pendukung 2 peleton per etape.
Ada juga pasukan penggembira dengan melibatkan peserta didik, anggota Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina, hingga masyarakat luas di sepanjang jalur rute. Serta pasukan pagar betis dengan melibatkan peserta didik, anggota Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina target 40% dari jalur rute ETK.
“ ETK terinspirasi dari nilai kepahlawanan dan rute gerilya Jenderal Soedirman saat mengusir penjajah. Klaten sendiri merupakan area historis gerilya yang menjadi lokasi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Pos X-1 pada Agresi Militer Belanda II (1948) di bawah komando Kolonel A.H. Nasution,” jelas Puspo.
Kegiatan ETK meneladani nilai-nilai pantang menyerah dan patriotisme para pejuang. Memupuk rasa cinta tanah air serta melatih ketahanan mental dan fisik. Serta memperkuat kesadaran lingkungan melalui simbolisasi pemanfaatan dan penanaman tunas kelapa yang bermanfaat dari akar hingga ujung daun.
“ Kwarcab Klaten mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di media sosial, tetapi terjun langsung menunjukkan aksi nyata. Kepramukaan adalah ruang pembentukan karakter yang adaptif menggabungkan nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian lingkungan tradisi ETK dengan pemanfaatan teknologi secara positif. Generasi muda diajak melestarikan tradisi kepanduan sebagai wadah berkarya yang relevan dengan zaman demi membangun peradaban bangsa,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Cikal Bakal ETK pada tahun1967 dan dicetuskan oleh Kak Johnny Andries, Kak Adisucipto, dan Kak Marwoto dengan nama "Gerak Jalan Tunas Kelapa" nonstop siang dan malam yang didukung Komandan Korem 073/Makutarama Kak Kolonel Suparno.
ETK resmi menjadi kegiatan Kwarda Jateng pada 9–13 Agustus 1970 dengan nama Estafet Tunas Kelapa. Sempat terhenti, lalu diaktifkan kembali atas arahan Ka Mabida Kak Suparjo Rustam pada 1978 dan rutin digelar sejak 1979.
Sedangkan jumlah Anggota Kepramukaan di Kabupaten Klaten Gerakan Pramuka di Kabupaten Klaten menjangkau puluhan ribu anggota yang tersebar di 26 Kwartir Ranting (Kecamatan), mulai dari tingkatan Siaga 102.823 anggota, Penggalang di SD/SMP 53.989 anggota, Penegak/Pandega 50.114 anggota di SMA/SMK/Perguruan Tinggi, hingga Satuan Karya (Saka) dan Anggota Dewasa/Pembina 18205 anggota di seluruh Gugus Depan. (HRD)
