SRAGEN -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi kembali mengingatkan pentingnya harmoni sosial dalam masyarakat multikultural untuk mencegahkonflik, memperkuat rasa persatuan, dan menciptakan rasa aman.
"Tanpa keselarasan ini, perbedaan suku, agama, dan budaya berisiko memecah belah kelompok dan menghambat kerja sama" katanya saat Rapat Koordinasi FKUB se-Solo Raya di Sragen, Kamis ( 20/8/2026 ).
Alasan utama pentingnya harmoni sosial kata Syamsuddin Asyrofi adalah untuk
mencegah konflik.
"Mewujudjan harmoni sosial dapat menurunkan risiko perselisihan antarkelompok,
memperkuat persatuan, menjaga ikatan solidaritas agar bangsa tetap utuh" katanya.
Alasan lain kata Syamsuddin Asyrofi adalah untuk mendukung kerja sama dalam mencapai tujuan bersama serta
memberi rasa aman dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua warga.
"Cara menjaga keharmonisan
dengan tetap saling menghargai keyakinan dan budaya lain, menyelesaikan masalah lewat komunikasi yang baik, dan terlibat aktif dalam kegiatan bersama di lingkungan sekitar.
Dalam masyarakat multikultural kata Syamsuddin hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekayaan bersama, namun juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola secara bijak.
"Dalam konteks tersebut, toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan sosial, meskipun dalam praktiknya masih dihadapkan pada tantangan berupa stereotip, prasangka, diskriminasi, serta pengaruh negatif media sosial" katanya.
Oleh karena itu menurutnya memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan pentingnya merawat kerukunan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap toleransi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat yang multikultural.
Kegiatan yang terkait implementasi moderasi beragama dapat dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode edukasi dan sosialisasi, yang mencakup penyampaian materi kontekstual, diskusi interaktif, serta refleksi bersama terkait pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
"Hasil kegiatan akan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai makna dan urgensi toleransi, meningkatnya partisipasi aktif dalam proses kegiatan, serta munculnya perubahan sikap yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan dalam interaksi sosial sehari-hari." kata Syamsuddin Asyrofi.
Dengan demikian menciptakan harmoni sosial akan sangat berkontribusi dalam mempererat persatuan dan kesatuan pada masyarakat yang multikultural. ( *Moch.Isnaeni* )
