![]() |
| Dewan Pendidikan Se-Soloraya menggelar rapat kerja bertempat di ruang banggar gedung paripurna DPRD kabupaten Klaten. Rabu,(16/9/2026). |
Klaten kasihinfo.com – Dewan Pendidikan Se-Soloraya menggelar rapat kerja bertempat di ruang banggar gedung paripurna DPRD kabupaten Klaten. Rabu,(16/9/2026).
Rapat Kerja mengusung tema “Bersama memajukan pendidikan di
Solo Raya” dihadiri Bupati Klaten yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Klaten, Ketua Komisi 4 DPRD Klaten, Kepala Dinas Pendidikan dan Dewan
Pendidikan Kabupaten/Kota se Solo Raya, Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten,
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Klaten, Ketua MKKS SMP Kabupaten Klaten,
Ketua K3S SD Kabupaten Klaten, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Klaten, dan Ketua PGRI Kabupaten Klaten, serta sekitar 73 anggota dewan
pendidikan Se-Soloraya seperti Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen,
Karanganyar dan Wonogiri.
Dalam rapat kerja tersebut menghadirkan 3 narasumber yaitu Kepala Dinas
Pendidikan Kab.Klaten Agus Setyawan Prasetyoko, S.STP,M.Hum dengan
membahas regulasi tentang proses pengangkatan, periodenisasi jabatan kepala sekolah.
Kemudian narasumber kedua yaitu Ketua Forum Komunikasi Dewan Pendidikan
Nasional Drs. Joko Riyanto,M.Pd membahas
isu-isu pendidikan saat ini, dan narasumber ketiga yaitu Mohammad Sauman, Ketua
dewan pendidikan Solo Raya membahas permasalahan yang terjadi di Soloraya serta
membahas program kedepan yang akan dilalui.
![]() |
| Sebanyak 73 anggota dewan pendidikan Se-Soloraya gelar rapat kerja di Klaten. |
Ketua dewan pendidikan kabupaten Klaten, Drs. Sihono, M.M
mengatakan, rapat kerja dewan pendidikan
Se-Soloraya dalam rangka meningkatkan peran dewan pendidikan untuk memberikan
masukan , menyampaikan program, kepada dinas pendidikan masing-masing
Se-Soloraya.
“ Jadi kami menyerap aspirasi masyarakat kemudian
menyampaikan permasalahan pendidikan di masing-masing kabupaten dan kota,”
katanya.
Sihono berharap, kegiatan rapat kerja yang rutin
diselenggarakan tersebut dapat meningkatkan
peran dewan pendidikan, untuk memberikan masukan, pertimbangan dan masukan
kepada pemkab, Bupati serta kepala dinas pendidikan.
“ Intinya dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan, kepada
masyarakat atau kepada orang tua, terlebih kaitan permasalahan pendidikan yang
ada,” harapnya.
Sihono menambahkan, ada beberapa isu yang dibahas dalam
rapat, salah satunya kaitan pemerataan guru dan pengangkatan kepada sekolah
SD/SMP mengingat sampai saat ini masih banyak kepala SD dan SMP yang kosong di
wilayah Soloraya.
“ Menurut kami, kekosongan jabatan kepala sekolah kalau
hanya di (PLT) itu kurang efektif dan optimal dalam rangka memberikan pelayanan
kepada anak didik,” jelas Sihono.
Sebenarnya untuk pengisian kepala sekolah sudah ada
calon-calonya, tetapi calon kepala sekolah ini banyak yang terganjal akan
persyaratan diklat.
“ Kemarin kami,(dewan pendidikan Klaten) sudah Bertemu
dengan kepala dinas pendidikan kabupaten Klaten, Bapak Agus, yaitu membahas, bagaimana
mencari terobosan yang terpenting tidak terjadi kekosongan jabatan kepala
sekolah. Yang penting ada, atau jadi kepala sekolah dulu, baru nanti di Diklat,”
pungkasnya.
Sedang Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan
yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Agus Setyawan
Prasetyoko mengatakan, Dewan Pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis
dalam kaitan pendidikan. Dewan Pendidikan harus menjadi mitra strategis
pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, berkualitas,
transparan, dan berpihak kepada peserta didik.
“Bagi saya, forum ini merupakan ruang untuk menyamakan perspektif, memperkuat
komunikasi, menyatukan langkah, dan mencari solusi bersama terhadap berbagai
persoalan pendidikan yang kita hadapi,” tandas Bupati.
Bupati berharap, melalui rapat kerja ini dapat dihasilkan
program-program kerja yang konkret, inovatif, dan menjawab tantangan pendidikan
hari ini. Seperti digitalisasi sekolah, penguatan karakter, dan penurunan angka
sekolah.
Dewan Pendidikan se Solo Raya tentunya dapat terus
memperkuat fungsi-fungsinya. Karena itu saya mengajak seluruh pemangku
pendidikan se Solo Raya untuk membangun budaya kolaborasi. Karena pemerintah
tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama. Karena pendidikan
adalah tanggung jawab bersama,” ajak Bupati.

