Data, Edukasi, Penguatan Keluarga Dan Keterlibatan Masyarakat Penting Untuk Cegah Perilaku Seksual Berisiko

Talkshow “Pencegahan HIV dan Perilaku LGBT” yang digelar KPA Kabupaten Klaten.


Klaten kasihinfo.com - Isu HIV dan perilaku LGBT menjadi perhatian dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Klaten. Di tengah berkembangnya informasi melalui media sosial dan perubahan perilaku masyarakat, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten mendorong pentingnya edukasi yang berbasis data agar masyarakat mampu memahami persoalan secara lebih utuh dan tidak terjebak pada stigma maupun informasi yang keliru.


Hal tersebut mengemuka dalam talkshow “Pencegahan HIV dan Perilaku LGBT” yang digelar KPA Kabupaten Klaten dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, organisasi perempuan dan kepemudaan, forum penyuluh agama, akademisi, serta komunitas masyarakat.


Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas HIV, perilaku seksual berisiko, serta dinamika LGBT dari perspektif kesehatan, keluarga, sosial, dan masyarakat.


Sekretaris KPA Kabupaten Klaten, dr. Ronny Roekmito, M.Kes., memaparkan situasi HIV di Kabupaten Klaten sekaligus pentingnya memperkuat langkah pencegahan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, tercatat 1.759 kasus HIV sejak 2007 hingga Agustus 2026.


Sementara itu, dr. Rahmad Setia Budi, M.M. memandang LGBT dengan membedakan tiga dimensi, yakni orientasi seksual, perilaku seksual, dan gerakan sosial-politik. Pembedaan tersebut diperlukan agar pembahasan tidak mencampuradukkan persoalan orientasi dengan perilaku seksual yang memiliki risiko terhadap kesehatan.


Dari perspektif kesehatan masyarakat, KPA menekankan perilaku seksual berisiko menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian dalam edukasi pencegahan HIV dan penyakit menular seksual.


Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan keluarga, edukasi anak dan remaja, serta keterlibatan tokoh agama dan masyarakat. Pendekatan pencegahan diharapkan dapat dilakukan melalui edukasi dan pendampingan, sekaligus dengan undang-undang yang mengatur urusan tersebut.


KPA Kabupaten Klaten juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan HIV harus berjalan beriringan dengan upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan keluarganya. Dalam indikator kegiatan, peserta didorong untuk ikut mengurangi penularan baru dan kematian akibat AIDS sekaligus memastikan orang dengan HIV tetap mendapatkan perlakuan yang manusiawi.


Data, edukasi, penguatan keluarga, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun upaya pencegahan perilaku seksual berisiko di Kabupaten Klaten.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama