Pastikan MBG Aman Dan Layak Konsumsi, 6 SPPG Di Bawah Yayasan Merah Putih Peduli Terapkan Food safety Sebelum Didistribusikan

Pelaksanaan sosialisasi food safety terhadap MBG di SPPG Ngemplak Karangnongko, baik kepada guru, hingga wali murid. Selasa, (8/9/2026).


Klaten kasihinfo.com – Yayasan Merah Putih Peduli yang menaungi 6 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DI Klaten Jawa Tengah terus gencar melakukan sosialisasi penerapan food safety baik kepada guru, murid sebagai penerima manfaat hingga wali murid. 


6 SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli diantaranya, SPPG 002 Gombang, kecamatan Cawas, SPPG Karangnongko, SPPG Jatinom, SPPG Pomah Tulung, SPPG Pacing Wedi dan SPPG Kemalang.


Kali ini pihak Yayasan bersama tim food safety dari SPPG Ngemplak Karangnongko melakukan sosialisasi kepada guru dan wali murid SDN Ngemplak Karangnongko, Klaten, sebanyak 120 orang, bertempat di gedung serbaguna desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten.


Koordinator food safety yayasan merah putih peduli, Davit Joko Saputra mengatakan, Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan sebagai edukasi kepada wali murid serta guru agar tidak ragu putra putrinya menerima MBG di bawah Yayasan Merah Putih Peduli salah satunya dr SPPG Ngemplak Karangnongko.


“ Karena seluruh SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli sudah menerapkan sistem food safety sebelum melaksanakan pendistribusian makanan. Dimana food safety ini dilakukan untuk memastikan, makanan siap diedarkan ke sekolah sekolah secara aman dan layak konsumsi,” katanya.


Davit menambahkan, seluruh SPPG dalam menerapkan food safety memeriksa sampel makanan meliputi kandungan sianida, arsen, nitrit dan formalin.


“ Yang sering jadi temuan dalam pemeriksaan food safety di 6 SPPG di bawah Yayasan Merah Putih Peduli yaitu ditemukannya kandungan formalin terutama pada buah, dan kalau melebihi batas yang telah ditentukan langsung dilakukan penarikan,” tegasnya.


Davit menambahkan, Yang sering menyebabkan keracunan dikarenakan kandungan nitrit dalam makanan, yang menyebabkan mual, muntah, kalau tambah parah bisa sesak nafas.


Seperti diketahui arsen adalah logam berat beracun yang dapat merusak organ tubuh secara kronis jika terakumulasi dalam jangka panjang. Sedangkan Sianida yaitu senyawa beracun mematikan yang bekerja cepat menghambat sel tubuh menggunakan oksigen.


Untuk Nitrit yaitu Bahan pengawet atau pengikat warna yang dalam kadar berlebih dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen dan menyebabkan lemas. Kemudian formalin merupakan larutan kimia berbahaya penusuk hidung yang bersifat karsinogenik (memicu kanker) serta mengiritasi saluran pencernaan.


Davit Joko Saputra berharap, dengan diawalinya penerapan food safety di seluruh SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli, nantinya setiap SPPG di Klaten Jawa Tengah menggunakan peralatan food safety.


“ Dengan penerapan food safety oleh seluruh SPPG di Klaten, dapat mengurangi resiko terjadinya keracunan oleh penerima manfaat,” pungkasnya. (Byu)


Lebih baru Lebih lama