![]() |
| DLH Klaten fasilitasi agenda pertemuan pengurus FSSK bersama puluhan Komunitas Peduli Sungai (KPS) se-Kabupaten Klaten pada Jumat (9/10/2026). |
Klaten kasihinfo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten secara resmi memfasilitasi Agenda Pertemuan Pengurus Forum Sekolah Sungai Klaten (FSSK) bersama puluhan Komunitas Peduli Sungai (KPS) se-Kabupaten Klaten pada Jumat (9/10/2026).
Bertempat Ruang Merapi BPBD Klaten , Pertemuan strategis yang berlangsung hangat ini diselenggarakan sebagai langkah krusial dalam memperkuat kelembagaan KPS ( Komunitas Peduli Sungai ), mengenalkan payung hukum baru FSSK, serta menyiapkan koordinasi teknis menjelang Apel Siaga, Pengukuhan Pengurus, dan Aksi Bersih Sungai Bendo di Buntalan.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Klaten bertekad membangkitkan kembali semangat kejayaan gerakan perawatan dan pemulihan ekosistem sungai seperti yang pernah dicapai pada kurun waktu 2016–2020.
Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk menopang program strategis Bupati Klaten dengan slogan unggulan "Dalane alus padang, banyune lancar", di mana masalah sampah dan tata kelola air menjadi fokus utama pembenahan. Sinergi Pemkab dan Pentingnya Peran Pentahelix Kegiatan diawali dengan sambutan dari Joko Harjono), selaku Kepala Bidang Pengendalian Dampak, Pertamanan, dan Penaatan Lingkungan DLH Kabupaten Klaten, yang hadir mewakili Kepala DLH Klaten, Suryanto, S.T., M.M.
Dalam arahannya, Joko memberikan apresiasi dan dukungan penuh Pemkab Klaten terhadap terbentuknya struktur kelembagaan baru Forum Sekolah Sungai Klaten.
"Pemerintah Daerah melalui DLH sangat mendukung terbentuknya FSSK. Forum ini hadir untuk memfasilitasi seluruh kegiatan KPS di Klaten agar rekan-rekan relawan kembali bersemangat merawat sungai, mengulangi masa kejayaan gerakan sungai kita pada rentang tahun 2016 hingga 2020 lalu," ujar Joko
Dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa program pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektor.
"Program Bupati Klaten dengan slogan 'Dalane alus padang, banyune lancar' tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur jalan dan penerangan, tetapi juga penanganan masalah sampah dan kelancaran aliran air. Masalah komprehensif ini membutuhkan pendekatan pentahelix—keterlibatan aktif antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga media—agar dapat dituntaskan secara menyeluruh dan berkelanjutan," tegasnya.
Payung Hukum Resmi dan Visi Forum Sekolah Sungai Klaten (FSSK ) Sekretaris FSSK, Endah Sulistyowati, dalam sesi pengenalan organisasi memaparkan keberadaan FSSK yang kini memiliki landasan hukum kuat. Perubahan dari gerakan Sekolah Sungai menjadi bentuk Forum telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor 32/300.2.3/8 Tahun 2026 tentang Pembentukan Forum Sekolah Sungai Kabupaten Klaten Periode 2026–2029. Dalam paparannya, Endah menegaskan bahwa FSSK hadir untuk melanjutkan Visi dan Misi Sekolah Sungai Klaten sebelumnya, yakni mewujudkan sungai-sungai di wilayah Kabupaten Klaten sebagai sungai terbersih dan berdaya guna secara ekologis.
"Forum Sekolah Sungai Klaten adalah wadah koordinasi, komunikasi, edukasi, dan aksi bersama berbasis kemitraan multistakeholder (pemerintah, akademisi, komunitas/relawan, dunia usaha, dan satuan pendidikan) yang berfokus pada pemulihan, konservasi, serta pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan," terang Endah di hadapan peserta yang hadir.
Ia memperincikan, FSSK memiliki empat tugas pokok utama: 1. Koordinasi dan Fasilitasi: Menjadi jembatan antara komunitas, pemerintah, dan pihak swasta. 2. Edukasi Lingkungan & Konservasi: Menggerakkan partisipasi masyarakat serta satuan pendidikan dalam menjaga ekosistem air. 3. Mitigasi Bencana: Melakukan langkah preventif terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. 4. Pemberdayaan Ekonomi: Mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sungai dan sampah terpadu.
Solusi atas Kendala KPS: 45 Persen Perawatan Sungai Belum Optimal Pertemuan ini dihadiri oleh 36 perwakilan Komunitas Peduli Sungai (KPS) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Klaten. Berdasarkan data evaluasi mandiri (survei link) yang dibagikan kepada pengurus KPS, terungkap sebuah fakta lapangan bahwa 45 persen kegiatan KPS dalam merawat sungai dinilai belum optimal. Mayoritas perwakilan KPS mengungkapkan bahwa kendala utama yang dialami di lapangan adalah masih minimnya dukungan dan kesadaran dari masyarakat sekitar bantaran sungai, serta belum maksimalnya keterlibatan pemerintah desa atau kalurahan setempat.
Melalui mimbar ini, para relawan KPS berharap keberadaan FSSK mampu mendampingi, mengadvokasi, dan memjembatani kendala-kendala struktural maupun sosial yang dialami relawan saat menjalankan aksinya.
Di akhir sesi penguatan kelembagaan, seluruh perwakilan KPS yang hadir secara bulat menyatakan komitmen bersama untuk menyatukan langkah dan melanjutkan seluruh program kerja Sekolah Sungai Klaten secara konsisten. Pesan Begawan Sungai: Program River Without Plastic dan Regenerasi Milenial Penguatan komunitas semakin berbobot dengan hadirnya Tokoh Begawan Sungai sekaligus inisiator Sekolah Sungai Klaten tahun 2016, Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc.
Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut memberikan arahan strategis mengenai pentingnya komitmen moral dan aksi nyata kelestarian air. Prof. Suratman secara tegas mengingatkan agar seluruh elemen yang berkomitmen di dalam forum senantiasa mengusung kampanye gerakan "River Without Plastic" (Sungai Tanpa Plastik). Beliau mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menggelar kampanye masif secara terus-menerus terkait larangan membuang sampah ke aliran sungai. Selain persoalan sampah, Prof. Suratman menyoroti isu krusial mengenai urgensi kaderisasi relawan generasi muda.
"Kaderisasi dalam KPS harus menyasar dan melibatkan Generasi Milenial serta Gen-Z melalui pemanfaatan media sosial secara masif. Kader digital yang memproduksi konten-konten edukatif tentang gerakan pelestarian sungai itu sangat penting," ujar Prof. Suratman.
"Di YouTube, TikTok, atau Instagram, konten viral yang mengangkat isu pemulihan sungai sangat kita tunggu. Kader relawan sungai jangan hanya diisi oleh orang-orang tua. Relawan sungai butuh darah segar melalui kaderisasi anak-anak muda sebagai kader milenial yang kreatif," pungkasnya.
Diskusi Interaktif: Model Best Practice Pengelolaan Sampah Mandiri dari KPS Tapak Bimo Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membedah berbagai problem klasik: bagaimana menyelesaikan tumpukan sampah sungai, mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan, hingga menciptakan model insentif ekonomi berbasis pengolahan sampah. Salah satu contoh praktik baik (best practice) dihadirkan oleh KPS Tapak Bimo yang berlokasi di Kecamatan Ceper, Klaten. Perwakilan KPS Tapak Bimo membagikan pengalaman sukses mereka dalam mengelola sampah secara mandiri dan bernilai ekonomis.
"Pada dasarnya, agar masyarakat mau terlibat aktif mengelola sampah, perlu ada pendekatan insentif atau sistem operasional yang jelas, misalnya dengan skema honorarium/gaji bagi petugas pengelola. Di KPS Tapak Bimo, kami mengelola sampah lingkungan secara terpadu dari rumah tangga, perkantoran, hingga sekolah menggunakan sistem retribusi terjangkau," papar perwakilan KPS Tapak Bimo.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan diolah secara sederhana melalui fasilitas Bank Sampah. Dari manajemen terpadu tersebut, Dana yang diperoleh seluruhnya digunakan kembali untuk membiayai operasional perawatan sungai dan operasional relawan kebersihan lingkungan. Model ini disepakati dapat dijadikan percontohan bagi KPS lain di Klaten. Persiapan Apel Siaga, Pengukuhan Pengurus, dan Aksi Bersih Sungai Bendo Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan rencana teknis penyelenggaraan event besar mendatang oleh Ketua Panitia Pelaksana, Dodi Hermanu.
Dodi menyampaikan bahwa Pemkab Klaten, DLH, dan FSSK akan menggelar agenda puncak berupa Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Pengukuhan Pengurus FSSK Periode 2026–2029 oleh Bupati Klaten, serta Aksi Masif Bersih Sungai Bendo di Buntalan, Klaten.
Agenda akbar tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada oktober , 23 Oktober 2026 di bantaran Sungai Bendo Buntalan, yang diperkirakan bakal menyedot partisipasi ratusan relawan, unsur TNI/Polri, ASN, pelajar, serta elemen masyarakat umum. (Endah S./istimewa)

Posting Komentar