FKUB Klaten Gelar Sarasehan Keberagaman Bersama PKUB Desa Keden Pedan

FKUB Klaten Gelar Sarasehan Keberagaman Bersama PKUB Desa Keden Pedan. Rabu (30/9/2026).


Klaten kasihinfo.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten menggelar sarasehan bersama Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Rabu (30/9/2026).


Sarasehan mengusung tema *“Membangun Keberagaman dalam Bingkai NKRI dan Nilai-Nilai Pancasila”*.


Kegiatan berlangsung di Balai Desa Keden, Pedan, Klaten, dan dihadiri pengurus FKUB Kabupaten Klaten, pengurus PKUB Desa Keden, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, dan unsur pemerintah desa.


Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa, bukan ancaman.


“Klaten ini sudah punya jejak kerukunan sejak zaman Mataram Kuno abad 8-10. Candi Plaosan adalah buktinya. Hari ini tugas kita merawatnya dalam bingkai NKRI dan Pancasila,” ujar Syamsuddin.


Ia menambahkan, pusat edukasi kerukunan umat beragama di komplek Grha Bung Karno Klaten telah menjadi sarana belajar bagi anak-anak sekolah untuk menguatkan kerukunan sejak usia dini. Model tersebut diharapkan bisa direplikasi hingga tingkat desa.


Sementara Ketua PKUB Perempuan Kabupaten Klaten Hj. Istikomah, M.Pd yang turut mendampingi kegiatan di Keden menyampaikan apresiasinya terhadap PKUB Desa Keden sebagai salah satu PKUB desa yang aktif.


“PKUB Desa Keden ini contoh baik. Keberagaman dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari arisan, ronda, sampai kerja bakti, semua rukun. Ini nilai Pancasila yang hidup,” ujar Istikomah.


Kepala Desa Keden dalam sambutannya menyambut baik sarasehan tersebut. Menurutnya, Desa Keden yang memiliki keberagaman umat dan latar belakang warga membutuhkan ruang dialog seperti ini agar toleransi terus terjaga.


Sarasehan diisi dengan dialog interaktif. Peserta membahas praktik toleransi di tingkat RT/RW, penanganan isu SARA di media sosial, serta peran PKUB desa sebagai deteksi dini konflik sosial.


Camat Pedan, Kliwon Yoso mengajak para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat kecamatan dan desa untuk terus merawat kerukunan dan mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan dalam sarasehan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten dengan PKUB Desa Keden, Kecamatan Pedan, bertema “Membangun Keberagaman dalam Bingkai NKRI dan Nilai-Nilai Pancasila”, Selasa (30/9/2026) di Balai Desa Keden.


“PKUB adalah garda terdepan di desa dan kecamatan. Saya mengajak semua tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat untuk merawat kerukunan. Jangan sampai ada konflik sosial hanya karena kurang komunikasi,” ujar Camat Pedan, Kliwon Yoso.


Menurut Kliwon Yoso Kecamatan Pedan yang terdiri dari berbagai latar belakang umat dan tradisi membutuhkan kerja bersama. Peran PKUB sangat strategis sebagai deteksi dini, meredam isu, dan menjembatani persoalan warga sebelum membesar.


Ia juga mengapresiasi keberadaan pusat edukasi kerukunan umat beragama di komplek Grha Bung Karno Klaten yang selama ini menjadi sarana belajar anak-anak sekolah tentang toleransi sejak usia dini. Model edukasi tersebut dinilainya perlu ditiru di tingkat kecamatan.


“Kalau anak-anak sejak dini sudah kenal perbedaan dan diajari toleransi, insyaallah ke depan Pedan akan aman, rukun, dan damai,” tambahnya.


Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menyambut baik arahan Camat Pedan. Ia menegaskan FKUB siap bersinergi dengan pemerintah kecamatan.


Sementara Ketua PKUB Perempuan Kabupaten Klaten Hj. Istikomah, M.Pd menilai pesan Camat Pedan sejalan dengan praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang selama ini dijalankan PKUB.


Sarasehan ditutup dengan komitmen bersama seluruh PKUB Kecamatan dan Desa se-Pedan untuk menjaga keberagaman dalam bingkai NKRI dan nilai-nilai Pancasila.

( *Moch.Isnaeni* )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama