![]() |
| Ketua dewan pengawas Dapen Syariah Muhammadiyah, Muhammad Sayuti. |
Kulonprogo kasihinfo.com – Muhammadiyah terus mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Jika sebelumnya mengembangkan usaha dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, kini organisasi Islam modern yang berdiri sejak 1912 tersebut resmi mengembangkan lini bisnis baru di bidang pupuk melalui salah satu unit usahanya, yaitu PT Mentari Niaga Utama (MNU). Langkah strategis ini ditandai dengan kerja sama bersama PT Petrokimia Gresik.
Dalam acara tasyakuran penerbitan SPJB Petroganik PT Mentari Niaga Utama (MNU) di Arjuna Lounge PT. MNU, Sentolo, Kulonprogo (21/10), Ketua Dewan Pengawas Dapen Syariah Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mengatakan, bertambahnya konsen Muhammadiyah di luar tiga pilar utama ( pendidikan, kesehatan, dan sosial ) tersebut, bukan karena Muhammadiyah kurang kerjaan, melainkan sebagai langkah strategis Persyarikatan memperluas kebermanfaatan.
“ Dakwah maknanya luas. Rakyat sejahtera juga bagian dari dakwah,” ujar Sayuti.
Sayuti menambahkan, pengembangan bisnis produksi pupuk petroganik merupakan strategi Persyarikatan Muhammadiyah untuk memperluas dimensi dakwah ekonomi.
“ Fokus utama adalah mengolah limbah atau kotoran hewan menjadi pupuk guna memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian sektor pertanian serta peternakan dalam negeri,”ungkapnya.
Muhammad Sayuti yang merupakan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjelaskan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat sektor pertanian kompetitif adalah bagian nyata dari dakwah.
Muhammadiyah mengemban amanah untuk memproduksi hingga 2.000 ton pupuk petroganik demi mendukung kedaulatan pangan nasional.
“ Di Muhammadiyah itu prinsipnya ihsan. Implementasi dari ihsan itu pupuk harus bagus, karena ini adalah bagian dari dakwah kita. Menyiapkan pupuk itu sama artinya dengan memberi makan perut banyak orang. Yang inshaAllah menjadi amal sholeh kita semua,” harap Sayuti.
Muhammadiyah berupaya menghubungkan pengembangan usaha, pemberdayaan sektor pertanian, dan dakwah sosial. Keberhasilan produksi serta distribusi pupuk yang berkualitas diharapkan dapat mendukung produktivitas petani dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia. (istimewa)

Posting Komentar