Sambung Rasa di Jatipuro, Bupati Klaten Soroti Irigasi hingga Dampak Pemangkasan Dana Desa

kegiatan Sambung Rasa Bupati Klaten bersama warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Rabu (7/10/2026).


Klaten kasihinfo.com – Sejumlah persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat mencuat dalam kegiatan Sambung Rasa Bupati Klaten bersama warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Rabu (7/10/2026).


Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Jatipuro menyampaikan sejumlah usulan kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom. Aspirasi tersebut di antaranya berkaitan dengan kondisi bangunan puskesmas desa yang membutuhkan perbaikan, infrastruktur irigasi pertanian, hingga persoalan pengelolaan sampah.


Kepala Desa Jatipuro, Tulus Nugroho, S.E., menyampaikan bahwa perbaikan bangunan puskesmas menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Fasilitas kesehatan tersebut dinilai penting untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.


Selain itu, kelompok tani juga menyampaikan persoalan saluran irigasi. Salah satu kebutuhan yang disoroti adalah belum tersedianya pintu air pada saluran irigasi, sehingga pengaturan distribusi air untuk lahan pertanian belum optimal.


Persoalan tersebut menjadi perhatian karena sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan dan pengaturan air, terutama ketika kebutuhan air harus dibagi untuk sejumlah area persawahan.


Dalam Sambung Rasa tersebut juga dibahas sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada masyarakat. Pemerintah desa menilai pemahaman warga mengenai kewajiban perpajakan perlu terus diperkuat agar pembayaran PBB dapat berjalan dengan baik.


Di sisi lain, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu isu yang mengemuka. Desa Jatipuro memiliki TPS3R yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Kabupaten Klaten. Keberadaan TPS3R tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Namun, persoalan muncul setelah adanya pemangkasan anggaran Dana Desa menjadi 30 persen. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap ruang gerak pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program, termasuk program yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari desa.


Persoalan keterbatasan anggaran ini menjadi salah satu perhatian para kepala desa di Kecamatan Trucuk. Dalam forum Sambung Rasa, para kepala desa berharap pemerintah daerah dapat mencarikan solusi agar pelayanan masyarakat dan program pembangunan di tingkat desa tetap dapat berjalan meskipun ruang fiskal desa semakin terbatas.


Melalui Sambung Rasa, berbagai aspirasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan masyarakat, tetapi dapat menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan dan mencari solusi terhadap kebutuhan yang paling mendesak di tingkat desa. (Wiwit)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama