KLATEN --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa pelenggaraan rapat kerja ( Raker ) FKUB dalam rangka membangun sibergitas untuk penguatan Pusat Edukasi Kerukunan Antar Umat Beragama dan menyusun sejumlah program kerja tahun 2026, di Pendopo Yayasan Ash-Shomad Internasional Jatinom Klaten, Sabtu (2/8/2025).
Hadir dalam Raker tersebut Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto, sejumlah pejabat yakni Kepala Kantor Kemenag, dari Kesbangpol, Bagian Kesra, Kodim, Polres, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten, semua pengurus FKUB dan PKUB Perempuan Kabupaten Klaten serta sejumlah undangan dari Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di Jatinom Klaten, Jawa Tengah.
Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi menjelaskan bahwa Raker ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan menyusun sejumlah program dan kegiatan FKUB selama satu tahun yang akan datang membangun sinergitas untuk penguatan Pusat Edukasi Kerukunan di Klaten.
Raker yang dihadiri perwakilan dari Kakankemenag Klaten, Kepala Kantor Kesbangpol, Bagian Kesra Pemkab Klaten, serta semua anggota dan pengurus FKUB dan PKUB Perempuan Kabupaten Klaten untuk menyusun sejumlah program dan kegiatan FKUB satu tahun yang akan datang.
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto dalam sambutannya mengatakan bahwa pola hubungan yang harmonis antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu sangat penting untuk penguatan membangun NKRI.
“Tanpa kerukunan tidak ada persatuan Oleh karena itu FKUB dan tokoh lintas agama berperan besar dalam pembangunan bangsa untuk menciptakan kerukunan dengan suasana aman dan damai sebagai langkah menuju kerukunan antar umat beragama,” katanya.
FKUB menurut Benny Indra Ardhianto dapat menggugah dan menyadarkan para tokoh lintas agama, bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang dan penghambat untuk berinteraksi sosial.
“Perbedaan untuk kebersamaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, bebangsa, dan berbegara adalah hal yang sangat diharapkan,” ujarnya.
Raker yang mengambil tema “Sinergitas Untuk Penguatan Pusat Edukasi Kerukunan Antar Umat Beragama Wujudkan Masyarakat Klaten yang harmonis, aman, dan damai" dimaksudkan untuk menyusun strategi membangun sinergi di tengah keberagaman di masyarakat dalam bingkai NKRI.
Ketua FKUB Klaten KH. Syamsuddin Asyrofi mengatakan, tujuan digelarnya rapat kerja ini dalam rangka membangun konsolidasi organisasi dan penguatan kerjasama yang sinergis antar pengurus FKUB serta menyusun program kerja dan kegiatan FKUB Klaten tahun 2026.
“Sudah barang tentu strategi membangun sinergi dalam keragaman dan keberagamaan di masyarakat akan terus dilakukan oleh FKUB dalam setiap kesempatan untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama dalam bingkai NKRI utamanya dalam mewujudkan masyarakat Klaten yang harmoni, aman , dan damai,” kata Syamsuddin Asyrofi.
Salah satu program sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Klaten adalah upaya melakukan penguatan pusat edukasi kerukunan di komplek Gedung Grha Bung Karno yang tengah diresmikan setahun yang lalu.
Yang menarik dan mencuat di Raker ini adalah keinginan FKUB mewujudkan Kecamatan sadar kerukunan berbasis budaya Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten, mewujudkan Desa sadar kerukunan berbasis Agro Wisata yang rencananya akan dipusatkan di Prambanan Klaten, Desa sadar kerukunan berbasis pertanian, Desa sadar kerukunan berbasis industri dan lain-lain.
( *Moch.Isnaeni* )