SURAKARTA --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kota Surakarta KH. Muhammad Mashuri mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil membentuk 54 Kelurahan sadar kerukunan di Kota Surakarta yang tersebar di 5 Kecamatan sebagai bagian dari upaya merawat kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
Menurutnya ini merupakan bagian dari program FKUB untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat kerukunan.
"FKUB Kota Surakarta juga telah mengembangkan program Kelurahan sadar Kerukunan berbasis UMKM, religi dan budaya di 54 kelurahan di Surakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, perekonomian dan memperkuat kerukunan antar umat beragama" katanya.
Dikatakan bahwa dalam upaya merawat kerukunan, FKUB Kota Surakarta juga telah melakukan berbagai kegiatan, seperti Capacity Building yakni memberikan pembekalan kerukunan umat beragama kepada generasi muda, sosialisasi moderasi beragama untuk meningkatkan pemahaman dan peran generasi muda dalam mempromosikan toleransi, doa bersama lintas agama untuk mempererat persatuan di kalangan generasi muda lintas agama dan pentas seni budaya lintas iman untuk mempererat persatuan di kalangan generasi muda lintas agama.
Dikatakan bahwa sebagai tindak lanjut pembentukan kelurahan sadar kerukunan FKUB Surakarta menyelenggarakan pengukuhan Selasa ( 18/11/2025 ).
Kelurahan sadar kerukunan dikukuhkan dengan ditandai penyerahan plakat yang nantinya dipasang di semua kantor kelurahan se Surakarta sebagai ikhtiar merawat kerukunan di masyarakat.
"Ini menunjukkan komitmen kuat FKUB Surakarta dalam memperkuat kerukunan dan toleransi di tingkat masyarakat. Dengan adanya Kelurahan sadar kerukunan, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kerukunan dan toleransi, serta memperkuat hubungan antarwarga masyarakat" ujarnya
Dalam sambutannya Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang dibacakan Daryono dari Kesbangpol Kota Surakarta mengatakan bahwa pembentukan Kelurahan sadar kerukunan merupakan inovasi yang sangat baik dari FKUB Surakarta dalam memperkuat kerukunan dan toleransi di masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa FKUB Surakarta sangat serius dalam menjaga dan meningkatkan kerukunan dan toleransi di masyarakat" katanya.
Dengan adanya Kelurahan sadar kerukunan menurut Respati Ardi diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat kerukunan dan toleransi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Semoga inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Surakarta" katanya.
Ia mengatakan bahwa adanya Kelurahan sadar kerukunan diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama
"Bahwa Kelurahan sadar kerukunan diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Surakarta" katanya.
Menurutnya pembentukan Kelurahan sadar kerukunan yang dilanjutkan adanya pengukuhan ini menunjukkan bahwa FKUB Surakarta sangat fokus pada penguatan kerukunan dan toleransi di masyarakat.
"Dengan adanya Kelurahan sadar kerukunan, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kerukunan dan toleransi, serta memperkuat hubungan antarwarga masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya" pungkasnya.
Respati Ardi mengatakan bahwa kerukunan adalah modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan Kota Toleran di Surakarta.
"Ini menunjukkan bahwa kerukunan dan toleransi merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai di Surakarta" pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )
