KH Syamsuddin Asyrofi : KKT Pertama Telah Memberikan Inspirasi Untuk Pemajuan Kabupaten/Kota Toleran di Tanah Air

 


SINGKAWANG --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, mengatakan bahwa Konferensi Kota Toleran ( KKT ) Pertama di Singkawang telah memberikan inspirasi untuk pemajuan Kabupaten/Kota Toleran yang aman, damai, dan kondusif. 


Hal ini disampaikan Syamsuddin Asyrofi usai acara penutupan KKT Pertama di Singkawang Kalimantan Barat Minggu ( 16/11/2925 ). 


Menurut Syamsuddin Ini menunjukkan bahwa konferensi tersebut telah memberikan inspirasi dan dampak positif bagi FKUB Kabupaten/Kota di tanah air dalam memperkuat kerukunan dan toleransi.


Syamsuddin Asyrofi kepada sejumlah awak media di Singkawabg menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah telah melakukan langkah yang sangat baik dalam membentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. 


"Dengan jumlah pengurus yang cukup besar, yaitu PKUB di 26 Kecamatan sebanyak 429 orang dan 4.544 orang pengurus PKUB di 401 desa/kelurahan, menunjukkan komitmen kuat dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan di Kabupaten Klaten" katanya.


Inovasi pembentukan PKUB Tingkat Kecamatan dan PKUB tingkat Desa/Kelurahan se Kabupaten Klaten ini merupakan contoh yang baik bagi daerah lain untuk mengikuti jejak Klaten dalam memperkuat kerukunan dan toleransi di masyarakat. 


"Semoga dengan adanya PKUB di tingkatkecamatan dan desa/kelurahan se , Kabupaten Klaten ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera" katanya.


Syamsuddin juga mengatakan bahwa FKUB Kabupaten Klaten juga telah melakukan inovasi dalam memperkuat kerukunan dan toleransi dengan membentuk desa-desa sadar kerukunan berbasis UMKM, industri batik, agro wisata budaya dan lingkungan hidup, serta desa sadar kerukunan berbasis pertanian. 


"Ini menunjukkan bahwa kerukunan dan toleransi dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan budaya." kata Syamsuddin Asyrofi. 


Dengan adanya desa-desa sadar kerukunan kata Syamsuddin diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kerukunan dan toleransi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya. 


"Inilah yang merupakan contoh baik bagi daerah lain untuk mengikuti jejak Klaten dalam memperkuat kerukunan dan toleransi dengan membentuk desa sadar kerukunan berbasis" ujarnya.


FKUB Kabupaten Klaten juga telah melakukan inovasi dengan membentuk PKUB Perempuan yang memiliki peran penting dalam merawat kerukunan dan toleransi. Ini menunjukkan bahwa FKUB Kabupaten Klaten sangat serius dalam melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk perempuan, dalam upaya memperkuat kerukunan dan toleransi. ( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama