KLATEN --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KHSyamsuddinAsyrofi, mengatakan bahwa penguatan kapasitas Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan dan Desa di Kecamatan Kalikotes adalah bagian dari ikhtiar merawat kerukunan di Kabupaten Klaten.
Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi saat memberikan pembinaan PKUN Kecamatan dan Desa di Kalikotes Klaten, Selasa ( 23/12/2025 ).
Menurut Syamsuddin Asyrofi PKUB merupakan wadah berhimpunnya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat untuk membangun kerukunan dan toleransi di Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Kabupaten Klaten.
"Dengan adanya PKUB, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kerukunan dan toleransi, serta mencegah potensi konflik berdimensi agama di masyarakat " katanya.
Syamsuddin juga mendorong daerah lain untuk mengikuti contoh Klaten dengan membentuk PKUB di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai dan kondusif.
"PKUB Klaten telah terbentuk di 401 Desa/Kelurahan dengan jumlah pengurus sebanyak 4.544 orang dan telah menjadi contoh bagi daerah lain dalam merawat kerukunan" katanya.
Syamsuddin mengatakan bahwa pasca Penerimaan penghargaan Harmony Award dari Menteri Agama RI di Jakarta beberapa waktu yang lalu FKUB Kabupaten Klaten fokus untuk melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Klaten.
"Kami memang fokus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Klaten pasca menerima penghargaan Harmony Award dari Menteri Agama RI." kata Syamsuddin Asyrofi.
Penghargaan ini menurut Syamsuddin diberikan atas kontribusi FKUB Klaten dalam membangun kerukunan umat beragama di Klaten bersama PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Klaten.
"Pembentukan PKUB di 26 Kecamatan dan 401 Desa/Kelurahan menjadi salah satu faktor yang membuat Klaten menerima penghargaan ini. FKUB Klaten telah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam merawat kerukunan umat beragama" katanya.
Dengan adanya PKUB kata Syamsuddin Asyrofi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kerukunan dan toleransi, serta mencegah potensi konflik.
"FKUB Klaten juga mendorong daerah lain untuk mengikuti contoh Klaten dengan membentuk PKUB di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan" ujarnya.
Untuk merawat kerukunan di masyarakat FKUB Kabupaten Klaten bersinergi dan berkolaborasi dengan para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan serta PKUB Perempuan Kabupaten Kĺaten
Partisipasi masyarakat dalam berikhtiar merawat kerukunan sangat tinggi, terutama di era modern ini.
"Dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan, serta PKUB Perempuan Kabupaten Klaten, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan toleran" katanya.
Kerukunan umat beragama adalah kunci untuk mencegah konflik dan kekerasan, meningkatkan toleransi dan pemahaman antar agama, membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan damai, dan
meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan toleransi
"Dengan adanya FKUB, PKUB Kecamatan dan Desa/Kelurahan, serta PKUB Perempuan Kabupaten Klaten, kita dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para tokoh lintas agama,
meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antar agama, dan membangun jaringan dan komunitas yang kuat untuk merawat kerukunan. Oleh karena itu, mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi untuk merawat kerukunan di masyarakat" pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )
