KLATEN --- Nara sumber kegiatan manasik haji bersama dari Yayasan Jamaah Haji ( YJH ) Klaten H. Iskak Sulistyo mengatakan bahwa jamaah haji gelombang 2, usai mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mereka langsung bertolak menuju Makkah untuk melaksanakan umroh wajib (umroh qudum) dengan berpakaian ihram sejak dari embarkasi atau di pesawat.
Hal itu disampaikan Iskak Sulistyo saat menyampaikan materi terkait proses perjalanan haji mulai dari embarkasi sampai di Mekah selanjutnya melaksanakan kegiatan ibadah haji di armina dan Makkah dan kemudian ke Madina selama 9 hari dan pulang kembali ke tanah air.
"Jamaah haji setelah sampai di Mekkah mendahulukan ibadah umroh sebelum persiapan puncak haji, kemudian akan bergeser ke Madinah setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai." katanya.
Fase kedatangan gelombang II kata Iskak biasanya bertujuan mempercepat kedatangan jamaah langsung ke pusat ibadah di Makkah sebelum puncak haji.
Iskak didapuk oleh panitia untuk menjelaskan proses perjalanan haji gelombang II sebagaimana nanti akan berlaku bagi 1.115 orang jamaah Haji asal Klaten.
Menurut Iskak Sulistyo jamaah Haji dibagi dalam 2 gelombang salah satu tujuannya agar pemondokan jamaah Haji Indonesia tidak begitu jauh dari masjid, baik Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi begitu juga soal pengaturan transportasi.
"Jamaah haji bisa bergantian menempati maktab. Dan memudahkan pengurusan serta pengaturan keberangkatan dan kepulangannya. Untuk itu jamaah haji harus mengetahui rangkaian perjalanan masing masing gelombang." katanya.
Dijelaskan rangkaian perjalanan haji gelombang kedua : jamaah Haji dari Klaten start dari asrama Haji embarkasi Donohudan dengan urutan jamaah haji yaitu : menyerahkan Surat Panggilan Masuk Asrama dan bukti setor lunas BPIH warna biru. Kemudian jamaah akan menerima kartu makan dan akomodasi selama di Asrama Haji Donohudan. Selanjutnya jamaah menimbang dan memeriksakan barang bawaan (tas koper).
"Selama di Asrama Haji Embarkasi Donohudan jamaah akan menempati kamar yang sudah ditentukan, juga memeriksakan kesehatan badan (pemeriksaan kesehatan terakhir), mengikuti bimbingan manasik haji." katanya.
Menurut Iskak nantinya para jamaah akan menerima Paspor haji dan menerima gelang identitas yang harus dipakai selama berada di tanah suci, menerima uang living cost, dan menunggu jadwal keberangkatan ke Bandara Udara.
Pada saat berangkat, Paspor, tiket dan lain-lain diletakkan di tas Paspor yang digantungkan di leher.
"Setelah sampai waktu yang ditentukan jamaah Haji akan menuju ke Bandara Adisumarmo, para jamaah haji akan di arahkan menuju bus sesuai dengan nomor bus rombongan yang telah ditentukan (nomor bus tersebut akan sama juga ketika di Haramain) kemudian turun dengan tertib sesuai arahan Petugas Haji dan ketua rombongan (Karom)" katanya..
Saat masuk ke Pesawat kata Iskak Sulistyo para jamaah haji tidak lagi berbaris antri untuk pemeriksaan dokumen, lalu berjalan tertib menuju pesawat dan duduk di kursi sesuai dengan nomor di Boarding pass masing-masing.
"Setelah terbang dan sampai di bandara King Abdul Azis Jeddah calon jamaah haji juga tidak lagi dilakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan saat di Terminal Kedatangan Bandara King Abdul azis International Airport (KAAIA) Jeddah" kata Iskak.
JSetelah turun dari pesawat dan urusan imigrasi telah selesai maka menurut Iskak para jamaah haji bergerak menuju Mekkah yakni menuju Hotel yang sudah ditentukan.
"Setelah dirasa cukup para jamaah calon haji akan bergegas menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Umroh yaitu thawaf , sai , dan tahalul." katanya.
Dikatakan usai melaksanakan umroh jamaah Haji akan menunggu beberapa hari untuk melaksanakan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah.
"Sambiil menunggu tanggal 8 Dzulhijjah untuk persiapan wukuf, maka boleh saja jamaah haji melaksanakan ziarah di sekitar kota Mekah dan sekitarnya, seperti Masjid Jin, Masjid Kucing, Gua Tsur, Gua Hira (Jabal Nur), melihat-lihat situasi di Arafah, Mina, Muzdalifah, dan lain lain." kata Iskak menjelaskan.
Pada bagian akhir Iskak menjelaskan tanggal 8 Dzulhijjah para jamaah calon haji telah siap bergerak menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina atau dari Mekkah ke Mina terus Arofah, Muzdalifah dan ke Mina bagi yang melaksanakan tarwiyah.
"Sebelum menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina, dianjurkan bagi jamaah Haji untuk : Mandi dan Wudhu, memakai wangi-wangian di badan sebelum mengenakan pakaian ihram, Shalat sunnah ihram 2 raka’at, dan berniat haji di pemondokan bagi yang melakukan Haji Tamattu" katanya.
Soal Wukuf dan rangkaian ibadah di armina menurut Iskak akan dijelaskan oleh nara sumber yang lain, maka begitu telah selesai proses Haji, maka jamaah Haji akan diberangkatkan menuju Madinah dan akan berdiam selama 8 hari untuk melaksanakan arbain dan kunjungan ke tempat tempat bersejarah.
"Setelah selesai agenda di Madinah maka para jamaah haji kemudian di pulangkan dari bandara Madinah menuju tanah air semoga membawa predikat haji mabrur. Aamiin" pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )
