KLATEN – Ketua Yayasan Jamaah Haji ( YJH ) Kabupaten Klaten Ir. H. Rofiq Muttaqin mengatakan bahwa kegiatan bimbingan manasik haji bersama merupakan ikhtiar untuk menyiapkan fisik dan mental calon jamaah haji Klaten sebelum mereka berangkat.
Hal itu disampaikan Rofiq Muttaqin saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan manasik haji bersama di Gedung Grha Bung Karno Klaten, Selasa ( 10/2/2026 ).
Menurutnya pada saat pelaksanaan ibadah haji nanti sangat membutuhkan kesehatan fisik.
"Oleh sebab itu, para calon jamaah haji mulai saat ini diminta supaya menjaga kesehatan masing-masing agar secara fisik dan mental para calon jamaah sudah siap betul" katanya.
Ketua panitia manasik haji bersama Kabupaten Klaten tahun 1445 H/ 2024 M, H Cahyanto mengatakan bahwa modal ilmu para calon jamaah haji melalui manasik di KBIHU nya masing-masing dirasa cukup.
Bimbingan Manasik Haji bersama antara kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Klaten, Pemkab Klaten, IPHI, Yayasan Jamaah Haji Klaten, dan Forum Komunikasi KBIHU Klaten dilaksanakan di RSUI Klaten pada Selasa - Kamis ( 10-12 Februari 2026.
“Bimbingan manasik haji akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 Februari 2026 bertempat di Gedung Grha Bung Karno Klaten,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Klaten Hj. Faizatul Umma, S,Ag,M,Si mengatakan, kegiatan bimbingan manasik haji bersama ini diikuti sebanyak 1.115 calon jamaah haji Klaten tahun 1447 H/ 2026M.
“Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Klaten mengadakan manasik haji berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, Yayasan Jamaah Haji ( YJH ) Klaten, IPHI Kabupaten Klaten, dan Forum Komunikasi KBIHU Klaten.
Bimbingan manasik haji ini diikuti sebanyak 1.115 calon jamaah haji dengan keberangkatan haji tahun 2026 yang telah dijadwalkan masuk kelompok terbang ( Kloter) pada Gelombang 2 Kloter 59, 60, 61 dan 62. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Haji dan Umroh mempersiapkan semaksimal mungkin, termasuk salah satunya dengan bimbingan manasik haji ini,” ujarnya.
Sementara itu Ketua IPHI Kabupaten Klaten H Ardhana menyatakan, pihaknya mendukung penuh dengan diselenggarakannya bimbingan manasik haji bersama ini.
“Meskipun calhaj sudah memahami dan mengetahui ilmu manasik melalui majelis taklim dan KBIHU masing-masing, tetapi manasih haji bersama ini masih dirasa perlu dan penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, kami dukung penuh penyelenggaraannya,” tandasnya.
Ardhana menerangkan, bimbingan manasik haji ini sebagai ikhtiar bersama untuk mempersiapkan bekal bagi calon jamaah haji. Karena ibadah haji ini yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam dan mereka terus bersabar sambil mempersiapkan diri dengan manasik haji ini.
“Kegiatan bimbingan manasik ini bukan saja merupakan bagian dari program Kementrian Haji dan Umroh untuk memberikan pembinaan bimbingan manasik haji. Tetapi juga menjadi tugas para jamaah haji yang sudah terlebih dahulu melaksanakannya melalui majelis-majelis taklim dan KBIHU masing-masing,” ungkapnya.
Menurutnya calhaj Kabupaten Klaten ini telah mempersiapkan semaksimal mungkin dengan mengikuti manasik haji di KBIHU masing-masing.
“Mudah-mudahan dengan manasik ini, para calon jamaah haji nantinya bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.
Terkait, Ketua panitia manasik bersama H Cahyanto menambahkan, para calhaj ini akan menerima materi dari para narasumber dan mengikuti simulasi umroh dan haji yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di komplek Gedung Grha Bung Karno Klaten.
“Simulasi haji dan umroh ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagi para calhaj sekaligus untuk persiapkan fisik dan mental. Dengan diberikan bimbingan manasik haji ini, para calon jamaah haji diharapkan lebih siap lahir batin,” katanya.
Cahyanto menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji melibatkan dua negara, yaitu persiapan di Indonesia dan ibadah yang nanti dilaksanakan di negara Arab. Sehingga memerlukan dua regulasi dari dua negara.
Di Indonesia mengacu pada Undang Undang Nomor 8 tahun 2019, yang mana pemerintah berkewajiban memberikan pelatihan pelayanan dan perlindungan pada jamaah haji. Dan selanjutnya, pemerintah Arab Saudi menyiapkan infrastruktur dan akomodasi bagi tamu Allah yang akan melaksanakan ibadah haji. ( *Moch.Isnaeni* )
