![]() |
| Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Klaten, KH Hartoyo |
KLATEN --- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Klaten, KH Hartoyo, mengatakan bahwa buka puasa bersama tokoh lintas agama merupakan ikhtiar nyata merawat kerukunan dan harmoni sosial. Kegiatan ini menjadikan persaudaraan antarumat beragama sebagai wujud konkret, bukan sekadar slogan, guna memperkuat kesatuan di masyarakat.
Hal itu disampaikan Hartoyo saat buka puasa bersama Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten Selasa ( 3/3/2026 ) di Klaten.
Menurutnya kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan dan menguatkan kerukunan dan harmoni sosial diantara tokoh ljntas agama.
Buka puasa bersama yang melibatkan berbagai tokoh lintas agama menurut Hartoyo mengubah konsep kerukunan dari slogan menjadi aksi nyata.
"Momen buka puasa denfan dialog dan ceramah tentang kerukunan dengan para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat akan mewujudkan kondisi masyarakat yang aman, damai dan kondusif dengan menguatkan kerukunan dan harmoni sosial " katanya.
Dikatakan dialog tentang Kerukunan adalah modal sosial dalam rangka mewujudkan masyarakat yang aman, damai dan kondusif untuk Klaten yang maju sejahtera dan berkelanjutan.
"Dengan terus terjaljnnya silaturahmi maka ukhuwah Islamiyah dan kerukunan senakin kuat sebagai modal sosial untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan." kata Hartoyo.
Senentara Ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa dialog tentang kerukunan akan memberikan pencerahan dan penguatan untuk mewujudkan kesadaran bersama dalam menata kehidupan yang lebih baik.
"Bahwa dialog tentang kerukunan memang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera." katanya.
Dikatakan bahwa urgensi dialog tentang kerukunan pada momen buka puasa bersama tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan toleransi antar umat beragama, mencegah konflik dan kekerasan sosial berdemensi agama, membangun kepercayaan dan kerjasama antar komunitas agama, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan perdamaian, mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera, serta menghormati perbedaan dan mempromosikan persatuan" katanya.
Buka puasa dan dialog kerukunan antar umat beragama juga menguatkan ukhuwah Islamiah dan kerukunan di masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan secara damai dan harmonis. ( *Moch.Isnaeni* )
